Selasa 17 Maret 2020, 16:30 WIB

Penanganan Covid-19 di Indonesia Gemesin

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Penanganan Covid-19 di Indonesia Gemesin

Antara
Petufas medis tengah mengantar wanita terduga covid-19.

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dinyatakan positif terpapar virus korona (Covid-19) membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai penanganan virus mematikan tersebut di lingkungan pemerintah.

Tidak hanya itu Menhub juga rajin melakukan pertemuan dengan pejabat lainnya, baik pejabat dalam negeri maupun luar negeri sebelum dirinya dinyatakan positif terkena Covid-19.

Hal tersebut membuat wartawan yang meliput Menhub waswas dan tidak tenang baik saat melakukan aktivitas sehari-hari maupun ketika liputan di lapangan. Kawatir juga menjadi pembawa virus tersebut sehingga menyebar kemana-mana.

Setelah Menhub dinyatakan positif terkena virus korona pada Sabtu, 14 Maret 2020, keesokan harinya sebanyak 50 wartawan dari berbagai media berbondong-bondong mendatangi Rumah Sakit (RS) Persahabatan sebagai RS rujukan pasien korona.

Para wartawan mendatangi RS Persahabatan, Jakarta Timur karena ingin memeriksa dirinya apakah virus tersebut menular atau tidak, karena para wartawan melakukan kontak langsung dengan Menhub.

Sebagian besar merupakan wartawan yang biasa meliput di Kantor Staf Presiden (KSP). Setelah menunggu dan tidak ada kepastian selama 6 jam, para wartawan perlahan pulang karena RS Persahabatan mengaku terkejut dengan lonjakan tes Covid-19 secara tiba-tiba. Dengan alasan tenaga medis belum disiapkan dan Direktur Utama rumah sakit Persahabatan masih rapat.

Padahal setiap wartawan datang dengan biaya sendiri. Mereka hanya ingin hidup tenang dan tidak dibayang-bayangi dengan virus mematikan itu. Sebenarmya juga takut menularkan ke orang lain, meski belum ada gejala awal. Terlebih banyak wartawan KSP yang sempat melakukan sesi foto bersama dengan Menhub.

Diketahui bahwa virus korona dapat menyebar dengan sangat cepat kepada orang lain meski tidak melakukan kontak fisik sekalipun namun dengan jarak yang dekat sekitar 1 meter.

Setelah gagal melakukan tes korona di RS Persahabatan. Keesokan harinya (16/3) sebanyak 160 wartawan mendatangi RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara, dengan tujuan yang sama.

Sesampai di sana, para wartawan melakukan administrasi untuk melakukan medical check up (MCU) bukan tes Covid-19. Alasannya karena dinilai tidak bersentuhan dengan Menhub dan jaraknya dinilai masih jauh. Beberapa wartawan menyayangkan hal tersebut.

"Saya sendiri mengikuti agenda Pak Menhub pada (11/3), di Tanjung Priok tiga hari sebelum dirinya positif korona dan jarak antara saya dengan Menhub hanya 3-5 meter saja," kata salah satu wartawan, di Jakarta Barat, Selasa (17/3).

Sebelumnya, pada Rabu 11 Maret 2020, Menhub melakukan penandatangan kerja sama dengan Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuizen di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saat MCU di RS Sulianti Saroso pelayanannya cukup baik dan prosedur yang diarahkan pun cukup jelas.

"Dok saya akhir Februari pulang perjalanan luar negeri, dan merasakan gejala seperti panas demam, batuk berlendir, dan pilek ketika sudah mereda, saya meliput Menhub di Tanjung Priok, apakah bisa menular dok? Mengingat kondisi badan ketika itu sedang tidak fit," tanya wartawan.

"Kalau jaraknya 3-5 meter masih jauh gak papa," jawab Dokter Nunung Hendrawati dengan yakin.

Layaknya MCU seperti biasanya, hanya dilakukan cek kesehatan tubuh, rontgen, dan cek darah saja. Sedangkan pemeriksaan lendir tidak dilakukan.

"Kita kan di sini MCU tidak ngetes korona" ucap salah satu perawat rumah sakit. Setelah melakukan MCU hasilnya pun tidak dapat dibagikan pada hari yang sama karena perawat RS Sulianti Saroso kewalahan meladeni 160 wartawan yang melakukan MCU.

Hasil baru diterima hari ini (17/3). Dan hasil yang keluar pun tidak menjawab apakah terpapar virus mematikan tersebut atau tidak. (OL-13)

 

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Pemerintah Terima Bantuan 80 Ton Alat Kesehatan

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 07 April 2020, 05:41 WIB
Bantuan itu terdiri dari 100 unit alat bantu pernapasan (ventilator), 75 ribu alat pelindung diri (APD), 75 ribu kaca mata pelindung, dan...
Dok. Instagram

Bima Arya Lahap Makanan Sehat

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 05:40 WIB
WALI Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, 47, berbagi kabar soal pengobatan yang dijalaninya lewat akun media...
AFP

Lorde Kembali Bernyanyi

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 05:05 WIB
PENYANYI asal Selandia Baru Ella Marija Lani Yelich-O’Connor atau biasa dikenal Lorde, 23, bersiap merilis musik baru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya