Selasa 17 Maret 2020, 14:49 WIB

Ancam Sebar Adegan Porno, Seorang Pelajar Diperas

Adi Kristiadi | Nusantara
Ancam Sebar Adegan Porno, Seorang Pelajar Diperas

Ilustrasi
Pemerasan lewat video porno

 

SEORANG siswi Madrasyah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) sambangi Polres Tasikmalaya membuat pengaduan tindak kriminal yang dilakukan pacarnya.

Dalam pengaduannya sang korban menyebutkan, pacarnya E,23, melakukan pemerasan dengan cara mengancam akan menyebar video porno lewat whatsaap.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, korban mengaku selama ini telah berkenalan dengan seorang pelaku di medsos Facebook sebelas bulan lalu. Namun, korban menjalani pacaran di dunia maya tanpa pernah bertatap muka sampai bertukar nomor whatsapp.

"Pada awal Juni 2019, korban pertama kali diminta untuk beradegan porno dengan pelaku melalui video call whatsapp. Akan tetapi, dia selalu menuruti permintaan dengan adegan porno dilakukannya saat video call dengan pacarnya melalui saluran whatsapp dan setiap hari korban diminta memerankan adegan itu," katanya, Selasa (17/3/2020).

Ato mengatakan, akhir bulan Februari 2020 itu pelaku dan korban memiliki masalah dalam hubungan dunia maya dan sering mengancam akan menyebarkan adegan porno saat video call dengan pelaku jika tak mau hubungannya kembali normal. Namun, korban pernah juga diminta mengirimkan uang Rp 350 ribu dan mengancam akan menyantet keluarganya jika tidak menuruti semua perintah adegan porno yang dilakukannya.

"Korban sudah mengirimkan uang Rp 350 ribu ke pelaku dan mengancam keluarganya akan disantet oleh pelaku hingga akhirnya pelaku juga telah menyebarkan video adegan porno tersebut kepada temannya di dalam medsos facebook hingga mereka disebarkan kembali kepada teman pelaku lainnya dan korban pun menceritrakan kepada orang tuanya," ujarnya.

Menurutnya, foto pelaku, alamat pelaku dan ciri-ciri pelaku sudah diserahkan ke Kepolisian sambil melaporkan kejadian tersebut supaya Polisi segera ditangkap dan KPAID berharap kepada seluruh orang tua, pelajar yang masih di bawah umur supaya berhati-hati terutama dalam menggunakan media sosial sekarang jangan sampai menjadi korban seseorang.

"Tindakan asusila yang telah terjadi selama ini kerap mengajak pengguna media sosial untuk berpacaran lewat dunia maya. Namun, kasus tersebut sekarang sudah masuk ke Polres Tasikmalaya Kota dan Polisi juga secepatnya menindaklanjuti pelaporan tersebut supaya pelaku segera ditangkap," paparnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Widjajadi

Pemkot Solo Distribusikan Paket Sembako Warga Terdampak Covid 19

👤Widjajadi 🕔Minggu 05 April 2020, 19:35 WIB
Paket sembako ini untuk warga rentan miskin yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah...
Istimewa

Kepala Kejari Bantul Dinyatakan Sembuh Covid-19, Ini Pesannya

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 05 April 2020, 19:20 WIB
SETELAH dirawat di ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Zuhandi, diizinkan...
Antara

Lahan Perhutani di Jatim Disiapkan untuk Makam Korban Covid-19

👤Faishol Taselan 🕔Minggu 05 April 2020, 17:45 WIB
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan korban meninggal dunia akibat Virus Corona (Covid19), akan dimakamkan di lahan khusus....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya