Selasa 17 Maret 2020, 10:48 WIB

Warga Malaysia Panic Buying, PM Muhyiddin Imbau Tenang

Haufan Hasyim SalengkeĀ  | Internasional
Warga Malaysia Panic Buying, PM Muhyiddin Imbau Tenang

AFP
Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin

 

MASYARAKAT Malaysia panik menyerbu toko-toko dan pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Situasi panic-buying terjadi menjelang dan sesudah pemerintah secara resmi mengumumkan penutupan total (lockdown) wilayah negeri jiran untuk membendung penyebaran virus corona baru (covid-19), mulai Rabu (18/3).

Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin meminta warga Malaysia untuk tidak panik, karena pemerintah sedang mencari cara untuk mengelola pandemi covid-19 agar tidak meningkat.

"Jangan terlalu khawatir. Ada cukup makanan untuk berkeliling. Kami telah menginstruksikan Departemen Urusan Perdagangan dan Konsumen Domestik untuk memastikan pasokan bahan makanan penting tersedia,'' ujar Muhyidin, kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan Dewan Aksi Ekonomi, kemarin,

Dia menegaskan, jelas tidak perlu panik. Pemerintah sadar ada beberapa tingkat kepanikan, tetapi akan ada persediaan yang cukup.

Muhyiddin mengatakan dia juga telah menginstruksikan Departemen Pertanian dan Industri Makanan untuk memantau situasi di lapangan.

“Seperti yang dilaporkan,, mereka (Departemen Pertanian dan Industri Makanan) belum mengindikasikan persediaan makanan habis. Penting untuk memastikan bahwa orang-orang tidak mulai panik dan terburu-buru untuk membeli barang yang tidak perlu,"  katanya.

Muhyiddin juga mengatakan dia memahami kepanikan dipicu oleh lonjakan tajam dalam kasus covid-19 yang dikonfirmasi di negara ini.

"Mohon bersabar. Kami akan memastikan makanan yang cukup selalu tersedia. Jangan terburu-buru membeli barang. Kami akan memastikan makanan tersedia setiap saat,"  paparnya.

Pemerintah Malaysia telah memutuskan untuk menutup total (lockdown) negara itu selama 14 hari mulai Rabu (18/3) untuk mengekang penyebaran infeksi virus korona baru (covid-19).

Perintah Pengendalian Gerakan tersebut diberlakukan di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 dan juga Undang-Undang Kepolisian 1967, yang mencakup berbagai kegiatan. (NST/OL-2)

Baca Juga

AFP/Mohammed Abed

Lagi, Dua Pejabat Senior PLO Positif Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 16:37 WIB
Dua pejabat senior PLO tersebut ialah Ahmad Majdalani dan Azzam...
AFP/PIUS UTOMI EKPEI

AS Kecam Penggunaan Kekuatan Berlebihan oleh Militer Nigeria

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 12:52 WIB
"Kami menyambut baik penyelidikan segera atas setiap penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh anggota pasukan...
Dok: KBRI Moskow

KBRI Moskow Ciptakan Acara untuk Pererat Hubungan Antar-Diplomat

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 11:54 WIB
Acara berformat diskusi santai antara para diplomat muda Indonesia dan diplomat muda negara-negara sahabat yang berkedudukan di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya