Selasa 17 Maret 2020, 09:23 WIB

Jenazah Nakhoda Kapal Asal Tegal masih di Tiongkok

Supardji Rasban | Nusantara
Jenazah Nakhoda Kapal Asal Tegal masih  di Tiongkok

MI/Supardji Rasban
Ilustrasi: Mobil Sastgas Korona RSUD Suradadi Kabupaten Tegal

 

SEORANG nakhoda kapal asal Desa Karangwuluh, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilaporkan sudah sepekan meninggal dunia di Tiongkok. Namun jenazah korban hingga kini belum dipulangkan ke Tanah Air karena warga sedesanya khawatir.

Informasi tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani, dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah yang wilayahnya meliputi Kabupaten/Kota Tegal dan Brebes.

"Saya baru saja mendengar kabar ada nahkoda kapal dari Desa Karangwuluh Kabupaten Tegal meninggal di Tiongkok. Sampai sekarang jenazahnya belum sampai ke Tanah Air," ujar Dewi mealui pesan WhatsApp, Selasa (17/3). 

Dewi menuturkan nakhoda tersebut sudah menikah dengan orang Jakarta tapi orang tuanya warga Desa Karangwuluh. Sudah meninggal seminggu lalu orang tuanya ingin jenazah anaknya dibawa pulang tapi orang sedesanya ketakutan.

"Katanya meninggalnya karena penyakit jantung, tapi warga desanya ketakutan serangan virus korona," tutur Dewi.

Melihat perkembangan pasien suspect korona belakangan ini, Dewi mendesak Pemerintah mengambil langkah yang cepat dan tepat. Pemerintah harus menginstruksikan semua rumah sakit menyediakan ruang isolasi. Dewi menyampakan keberadaan pasien suspect corona belakangan ini semakin meningkat jumlahnya. 

"Hari ini bahkan ada pasien suspect korona di salah satu rumah sakit di Jakarta sudah 24 jam lebih belum mendapat ruang rawat isolasi. Sehingga terpaksa masih dirawat di ruang isolasi," ucap Dewi.

Dia mengingatkan jangan sampai keteledoran seperti itu menyebabkan pasien tidak terisolasi sesuai prosedur dan berpotensi menyebarkan virus lebih luas lagi. Dia menambahkan keluhan serupa juga datang dari berbagai daerah yang khawatir jika pasien semakin bertambah, namun rumah sakit rujukan tidak bisa menampungnya.

Dewi mendesak pemerintah harus segera memerintahkan kepala daerah untuk menyiapkan gedung atau ruangan darurat. 

"Ini belum puncaknya, bagaimana nanti jika puncak penyebaran terjadi," tukas Dewi.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, meminta biro Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang ada atau punya cabang di Kabupaten Brebes untuk menyetop keberangkatan TKI ke luar negeri. 

"Kita akan terus berkoordinasi dengan Dinas terkait agar para PJTKI untuk seMentara menyetop pengiriman TKI ke luar negeri," ujar Sekda Pemkab Brebes, Djoko Gunawan, dalam jumpa pers di Brebes, Senin (16/3).

baca juga: Cegah Virus Corona, Pencari SIM di Klaten Jalani Cek Suhu Tubuh


Diketahui, Kabupaten Brebes merupakan salah satu kantong TKI di Jawa Tengah. Data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Brebes hingga 2019,jumlah TKI asal Brebes di luar negeri mencapai 8.125 orang. Mereka antara lain bekerja sebagai asisten rumah tangga dan perusahaan. Umumnya TKI asal Brebes ini bekerja di Malaysia, Taiwan, Korea dan Singapura. (OL-3)'

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya