Selasa 17 Maret 2020, 08:50 WIB

Ini Fatwa MUI Tentang Ibadah di Tengah Korona

Bagus Pradana | Politik dan Hukum
Ini Fatwa MUI Tentang Ibadah di Tengah Korona

Ilustrasi
Fatwa MUI

 

Menanggulangi penyebaran covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa guna mengatur penyelenggaraan ibadah merespon situasi darurat akibat merebaknya virus korona di Indonesia.

Fatwa MUI dengan Nomor 14 Tahun 2020 ini telah ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF pada Senin 16 Maret 2020 di Kantor Pusat MUI, Jakarta.

Secara umum fatwa tersebut berisi himbauan kepada umat muslim di daerah terdampak dengan potensi penyebaran virus yang tinggi untuk sementara waktu menghindari kerumunan, sebagai upaya untuk meminimalisir penularancovid-19.

Berkaitan dengan penyelenggaraan peribadatan yang sifatnya melibatkan jamaah, fatwa MUI tersebut secara khusus melarang orang yang telah terpapar covid-19 melakukan aktivitas peribadatan di tengah kerumunan agar tidak terjadi penularan massal.

“Bagi orang yang telah terpapar virus korona, haram baginya melakukan aktivitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti shalat berjamaah lima waktu atau rawatib, shalat Tarawih dan Ied di Masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar,” terang Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh di Gedung MUI Pusat, kemarin.

Sementara untuk masyarakat yang berada di kawasan dengan potensi penularan tinggi, diperboleh untuk meninggalkan ibadah shalat jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediamannya masing-masing.

Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat dzuhur di tempat kediaman," ungkap Komisi Fatwa MUI Pusat.

Selain perihal peribadatan berjamaah, fatwa tersebut juga spesifik mengatur mengenai pengurusan jenazah yang terpapar covid-19 agar diurus mengikuti protokol medis yang sesuai dengan syariat. Sementara untuk menshalatkan dan menguburkan jenazah perlu dilakukan dengan tetap menjaga agar tidak terpapar virus.

Lebih lanjut MUI juga mengimbau kepada Umat Muslim di Indonesia agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah agar diberikan perlindungan dan keselamatan menghadapi wabah covid-19. (OL-2).

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

DPR, Pemerintah dan KPU Sepakat Tunda Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:25 WIB
Penundaan akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu). Diharapkan, aturan tersebut segera dibuat dan segera...
MI/ROMMY PUJIANTO

Kasus Rocky Gerung Bergulir Lagi, Awal April Wajib ke Mabes Polri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:53 WIB
"Kira-kira memenuhi unsur atau tidak. Kalau memenuhi unsur kita lanjutkan ke penyidikan," kata Karo Penmas Div Humas Mabes Polri...
MI/SUSANTO

Besok, Pemerintah Putuskan Kebijakan Mudik Lebaran

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:17 WIB
"Siapa yang boleh mudik, siapa yang kira-kira dianjurkan tidak mudik dengan beberapa ketentuan nantinya akan dikeluarkan oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya