Selasa 17 Maret 2020, 08:35 WIB

Tiga Investor Besar Justru Beli Saham

Wan/Hld/X-10 | Ekonomi
Tiga Investor Besar Justru Beli Saham

Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi

 

PASAR modal dalam negeri yang terus mengalami penurunan akibat menyebarnya virus korona baru (covid-19) justru diartikan tiga perusahaan besar sebagai momentum baik untuk membeli saham.

Ketiganya merupakan ­investor pengelola dana publik, yaitu BPJS Ketenagakerjaan ­­(BP ­Jamsostek), Asosiasi Dana Pensiun ­Indonesia (ADPI), dan Asosiasi Dana ­Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK).

“Kondisi saat ini sebetulnya waktu yang sangat tepat untuk masuk di bursa. Kami bertiga tidak mau kehilangan momentum untuk masuk ke pasar. Jangan dilihat kondisi pasar sekarang, tapi long time horizon sesuai pro­­fil dana kita,” kata Ketua ADPI Suheri saat acara Pembukaan Perdagangan BEI oleh Investor Pengelola Dana Publik di Jakarta, kemarin.
Ia juga mengaku optimistis fundamen ekonomi Indonesia masih baik dan akan semakin membaik sehingga berani untuk masuk ke pasar saham.

“Ini kita lakukan bukan ka­­rena desakan atau intervensi da­­ri mana pun, tetapi atas kesadar­­an sendiri berdasarkan pertim­­bangan bisnis rasional. ­Industri dana pensiun komit untuk me­mulihkan pasar finansial ­In­donesia saat ini,” tambah Ke­tua Umum ADPLK Nur Hasan Kur­niawan.

Di lain pihak, Direktur Utama BP Jamsos­tek Agus Susanto mengatakan kondisi pasar yang saat ini dinilai menjadi hal yang mengkhawa­tirkan tersebut jelas harus disikapi ber­beda.

“Kondisi pasar yang sedang lesu saat ini dipengaruhi banyaknya investor yang keluar dari bursa saham nasional. Namun, kami justru melihat ini sebagai peluang yang baik untuk masuk,” kata Agus.

Ia menilai sesudah ada penurunan drastis, akan muncul keuntungan drastis pula.

Agus mengatakan BP ­Jamsostek akan mengalokasikan Rp6 triliun hingga Rp8 triliun untuk diinvestasikan di instrumen saham pada tahun ini.

Pada penutupan perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali anjlok ke zona merah sebesar 4,42% atau 216.914 poin ke 4690.657.

Menurut analis Binaartha Se­­kuritas, Nafan Aji Gusta Utama, penyebab anjloknya IHSG ke zo­na merah masih disebabkan dampak covid-19 .

“Untuk saat ini penurunan bursa lebih karena faktor eksternal. Lihat saja bursa Asia dan Eropa sedang dalam keadaan negatif,” jelasnya ketika dihubungi, kemarin. (Wan/Hld/X-10)

Baca Juga

ANTARA

Potensi Sentimen Positif dari UU Cipta Kerja

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:14 WIB
Di kuartal IV, diprediksi tren pemulihan ini masih berpotensi terjadi, didukung oleh akselerasi penyerapan anggaran penanganan pandemi...
ANTARA/Nova Wahyudi

Faktor Eksternal Pengaruhi Rupiah Menguat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:59 WIB
Kesenjangan antara Partai Republik dan Partai Demokrat telah berkurang setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa ia bersedia...
dok uns

UU Cipta Kerja Sederhanakan Regulasi yang Mempersulit Sektor Ritel

👤RO/Micom 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:58 WIB
Deregulasi akan mengurangi celah korupsi berbentuk pungutan liar (pungli). Praktik kotor itu memengaruhi peningkatan ongkos...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya