Selasa 17 Maret 2020, 07:08 WIB

Malaysia Berlakukan Lockdown Dua Pekan, Begini Aturannya

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Malaysia Berlakukan Lockdown Dua Pekan, Begini Aturannya

Antara
Petronas Tower di Kuala Lumpur, Malaysia. Negeri jiran itu memberlakukan lockdown karena virus korona.

 

PEMERINTAH Malaysia telah memutuskan menutup total (lockdown) negara itu selama 14 hari mulai Rabu (18/3) untuk mengekang penyebaran infeksi virus korona baru (Covid-19).

Perintah Pengendalian Gerakan tersebut diberlakukan di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 dan juga Undang-Undang Kepolisian 1967, yang mencakup berbagai kegiatan.

Dalam pidato khusus kepada rakyat Malaysia, Senin (16/3) malam, Perdana Menteri (PM) Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan perintah akan mencakup larangan semua pertemuan massa untuk kegiatan keagamaan, olahraga, sosial, dan budaya.

Selain itu, semua rumah ibadah dan tempat bisnis akan ditutup, kecuali supermarket, pasar umum, dan toko serba ada yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Korona Membuat Pasangan Tunda Resepsi Pernikahan

Muhyiddin mengatakan bagi umat Islam, semua kegiatan masjid dan surau--termasuk salat Jumat--akan ditangguhkan sesuai dengan keputusan yang dibuat Komite Muzakarah Dewan Nasional untuk Urusan Agama Islam pada Minggu (15/3).

Semua warga Malaysia juga akan dilarang bepergian ke luar negeri selama periode ini. Sementara mereka yang baru kembali dari luar negeri harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina sendiri selama 14 hari.

Semua turis asing akan dilarang memasuki negeri jiran itu selama periode lockdown.

Muhyiddin juga mengumumkan penutupan semua sekolah prasekolah, sekolah negeri, dan swasta termasuk sekolah sehari-hari, sekolah perumahan, sekolah internasional, pusat tahfiz, dan lembaga primer, sekunder, serta prauniversitas lainnya.

Semua lembaga publik dan swasta pendidikan tinggi dan lembaga pelatihan keterampilan secara nasional juga akan ditutup selama 14 hari.

Muhyiddin menambahkan semua bangunan pemerintah dan sektor swasta akan berhenti beroperasi, dengan pengecualian bangunan yang terlibat dalam penyediaan layanan penting seperti air, listrik, energi, telekomunikasi, pos, transportasi, irigasi, minyak, gas, bahan bakar dan pelumas, penyiaran , keuangan, perbankan, kesehatan, apotek, pemadam kebakaran, penjara, pelabuhan, bandara, keamanan, pertahanan, pembersihan publik, pasokan eceran dan makanan.

“Saya menyadari Anda, saudara dan saudari sekalian, mungkin merasa keputusan ini akan menyulitkan Anda untuk menjalani kehidupan sehari-hari Anda," kata PM.

“Tetapi langkah ini diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang dapat merenggut nyawa orang Malaysia, seperti yang telah menewaskan ribuan orang di negara lain," ujarnya.

“Tindakan drastis harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dengan membatasi pergerakan masyarakat. Ini adalah satu-satunya cara kita dapat mencegah lebih banyak orang terinfeksi oleh wabah yang dapat menghancurkan kehidupan."

“Aku harap Anda semua bisa menjalani tantangan ini. Jangan panik, jangan khawatir, dan tetap tenang. Saya percaya dengan ini, kita akan dapat memblokir penyebaran wabah ini dalam waktu dekat, "kata Muhyiddin.

Desas-desus tentang penguncian negara membuat punic-buying di antara masyarakat Malaysia yang mengakibatkan rak-rak supermarket kosong mulai dari tisu toilet hingga barang-barang kaleng.

Malaysia melaporkan 125 kasus Covid-19 baru, meningkatkan jumlah infeksi di negara itu menjadi 553 kasus--angka tertinggi di Asia Tenggara. (NST/OL-1)

Baca Juga

AFP/Markus Schreiber

Uni Eropa Diguncang Covid-19, Merkel: Ini Ujian Terberat

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 15:30 WIB
Pandemi covid-19 bahkan disebut ujian terberat sejak blok ekonomi...
AFP/KENA BETANCUR

​​​​​​​Pandemi Covid-19, WHO: Dunia Butuh Tambahan 6 Juta Perawat

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 15:07 WIB
"Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan apa pun," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah...
AFP

Untuk Pertama Kali, Tiongkok Laporkan Nol Kematian Kasus Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 15:05 WIB
Total kasus positif covid-19 di negara itu menjadi 81.740 kasus dan 3.331...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya