Selasa 17 Maret 2020, 00:40 WIB

Soal Korona Dominasi Debat Biden Vs Sanders

Soal Korona Dominasi Debat Biden Vs Sanders

AFP
Joe Biden dan Bernie Sanders

 

JOE Biden dan Bernie Sanders berdebat satu lawan satu pada Minggu (15/3) malam dan menjadikan masalah wabah virus korona sebagai salah satu topik. Kedua kandidat memiliki visi yang berbeda, tapi keduanya sepakat mengenai perlunya respons pemerintah Amerika Serikat yang lebih agresif dalam menahan penyebaran virus korona. Mereka juga mengkritik keras Presiden Donald Trump.

Di AS, ada 3.244 kasus yang dikonfirmasi dengan 62 kematian yang dilaporkan pada Minggu (15/3) malam.

Biden membandingkan pertempuran melawan penyakit dengan perang. Ia menyerukan seluruh strategi pemerintah yang mencakup pengerahan militer dan memberlakukan ‘program multimiliar dolar’ untuk mengatasi krisis ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Sanders mendesak reformasi ekonomi besar-besaran dan menyusun sistem perawatan kesehatan pembayar tunggal. Ia mengatakan pandemi telah mengungkapkan ‘disfungsionalitas’ sistem perawatan kesehatan tambal sulam negara itu.

“Salah satu alasan mengapa kita tidak siap adalah kita tidak memiliki sistem,” kata Sanders.

“Kita sudah mendapat ribuan paket asuransi swasta. Itu bukan sistem yang dipersiapkan untuk menyediakan layanan kesehatan bagi semua orang di tahun yang baik, tanpa wabah,” lanjutnya.

Akan tetapi, Biden mengatakan sistem layanan kesehatan pembayar tunggal bukanlah solusi. Ia pun menunjuk ke Italia. Di sana wabah telah membanjiri layanan kesehatan nasional negara itu. “Orang-orang mencari hasil, bukan revolusi,” kata Biden.

Terkait Trump, Sanders menuding sang presiden membuat kebingungan di tengah warga AS dan menyebabkan kepercayaan terhadap pemerintah menurun. Biden sepakat dan menyebut Trump ialah musuh sebenarnya bagi AS saat ini.


Wapres perempuan

Dalam debat 2 jam tersebut, Biden mempertahankan pandangannya pada pemilihan umum, bahkan saat ia berbenturan dengan Sanders pada sejumlah masalah kebijakan, seperti jaminan sosial, kontrol senjata, perubahan iklim, hak aborsi, dan imigrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Biden berkomitmen memilih seorang perempuan untuk menjadi pasangannya jika menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.

Ia pun kembali berkomitmen untuk mencalonkan seorang perempuan kulit hitam di Mahkamah Agung jika terpilih sebagai presiden. Sanders mengatakan dia juga akan memilih seorang perempuan ‘dalam semua kemungkinan’ sebagai pilihannya untuk wakil presiden. Meski demikian, ia mengatakan prioritasnya ialah menemukan seorang wakil yang mendukung nilai-nilai progresifnya.

“Bagi saya ini bukan hanya tentang mencalonkan seorang perempuan. Ini tentang memastikan bahwa kita memiliki perempuan progresif,” kata Sanders. (The Guardian/AFP/Nur/X-11)

Baca Juga

AFP

Kondisinya Membaik, Boris Johnson Keluar dari ICU

👤Rudy polycarpus 🕔Jumat 10 April 2020, 02:51 WIB
Juru bicara Johnson mengatakan, meski demikian Boris tetap belum bisa meninggalkan RS St Thomas,...
Antaranews.com

Menag Malaysia Bantu TKI di Cyberjaya

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:30 WIB
Warga kurang mampu tersebut turut menerima bantuan dari Tabung Musa'adah Covid-19 untuk memastikan keselamatan mereka tidak diabaikan...
AFP/ANGELA WEISS

799 Orang Meninggal dalam Satu Hari di New York

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 23:55 WIB
Penutupan sekolah-sekolah dan sebagai pusat-pusat bisnis di New York akan diperpanjang untuk memutus penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya