Senin 16 Maret 2020, 19:56 WIB

Legislator NasDem Sosialisasikan UU Perlindungan Anak

Yose Hendra | Nusantara
Legislator NasDem Sosialisasikan UU Perlindungan Anak

MI/Anggoro
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem Lisda Hendrajoni.

 

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem Lisda Hendrajoni menggelar sosialisasi Undang-undang Perlindungan Anak kepada kepala sekolah PAUD, SD dan SMP se-Kabupaten Pesisir Selatan. Lisda mengungkapkan sosialisasi ditujukan kepada satuan pendidikan agar meningkatkan pelayanan terhadap perlindungan anak di sekolah-sekolah.

"Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan yang diatur Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan, sekolah berperan aktif untuk menjalankan fungsi primer dalam mengedukasi, memberi informasi, termasuk mencegah tindakan kekerasan di sekolah. "UU perlindungan anak secara komprehensif mendefinisikan seseorang yang belum berusia 18 tahun ke bawah termasuk anak yang berada dalam perlindungan," jelasnya.

Baca Juga: 2 Istri Kepala Daerah di Sumbar Melaju ke Senayan

Disebutkannya juga, perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya, agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

"Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari negara termasuk menjauhkannya dari kekerasan dari siap pun," katanya. "Mari kita jaga anak-anak kita dan laporkan kasus kekerasan kepada anak kepada pihak yang berwajib, agar diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku," imbau Lisda.

Istri Bupati Pesisir Selatan yang juga Ketua DPW Partai NasDem Sumatra Barat itu juga menghimbau kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang hadir, agar memperhatikan kondisi psikologis anak di sekolah.

"Biasanya korban kekerasan lebih cenderung pendiam, dan mengasingkan diri, atau mungkin ada bekas tanda kekerasan pada anak, seorang guru baiknya mempertanyakan hal tersebut, dan melaporkan jika memang korban kekerasan," harapnya.

Baca Juga: Fraksi NasDem DPR Terima Delegasi Filantropi Indonesia

Selain itu, Lisda Hendrajoni juga mengingatkan para guru dan kepala sekolah, agar ikut melindungi dan menjaga para siswa dan siswi di sekolah.

"Jadi sebagai guru tentunya tugas utama lebih kepada mendidik dan mengajarkan, jadi sebaiknya jangan sampai ada perploncoan ataupun juga kekerasan yang dilakukan oleh guru kepada muridnya," pungkasnya. (YH/OL-10)

 

Baca Juga

ANTARA/Abriawan Abhe

Cegah Covid-19, Umat Kristen di Kupang Ibadah di Rumah

👤Palce Amalo 🕔Minggu 05 April 2020, 10:00 WIB
Ada juga sejumlah gereja yang melakukan siaran langsung prosesi ibadah kepada jemaat melalui live streaming di Facebook, serta radio milik...
Dok  BPBD Toraja

Tiga Warga Meninggal Tertimbun Longsor di Toraja

👤Lina Herlina 🕔Minggu 05 April 2020, 09:25 WIB
Ketiganya ialah bapak bernama Bottong, 80, ibu bernama Rita, dan anak laki-laki bernama Yen, 12. Ketiganya tewas tertimbun longsor di dalam...
Dok BPBD Toraja

Hujan Deras, Tana Toraja Dilanda Longsor dan Banjir

👤Lina Herlina 🕔Minggu 05 April 2020, 08:37 WIB
Material longsor juga menutup aliran air, sehingga air meluap dan menyapu empat rumah milik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya