Senin 16 Maret 2020, 17:50 WIB

Presiden: Kebijakan Tangani Covid-19 Jangan Perburuk Keadaan

Dhika kusuma winata | Humaniora
Presiden: Kebijakan Tangani Covid-19 Jangan Perburuk Keadaan

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Presiden Joko WIidodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menekankan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani wabah virus korona atau covid-19 harus dilakukan terukur. Presiden menegaskan kebijakan yang diambil harus bisa memperbaiki situasi bukan memperburuk.

"Semua kebijakan baik kebijakan pemerintah pusat maupun kebijakan pemerintah daerah akan dan harus ditelaah secara mendalam agar efektif menyelesaikan masalah dan tidak semakin memperburuk keadaan," ucap Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3).

Jokowi memastikan ia terus-menerus memantau perkembangan wabah covid-19. Ia menekankan kepada pemerintah daerah agar setiap kebijakan penting dalam penanganan Covid-19 harus dibahas dengan pemerintah pusat.

"Semua kebijakan besar di tingkat daerah terkait dengan Covid-19 harus dibahas terlebih dahulu dengan pemerintah pusat. Untuk mempermudah komunikasi, saya minta kepada daerah untuk berkonsultasi dan membahasnya dengan kementerian terkait dan Satgas Covid-19," ujarnya.

Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, Jokowi juga meminta agar informasi yang disampaikan kepada publik, hanya melalui Satgas Covid-19 yang dipimpin Kepala BNPB sebagai satu-satunya rujukan informasi.

Presiden menyatakan pemerintah hingga saat ini tidak berencana menerapkan kebijakan penutupan wilayah atau lockdown. Presiden juga menekankan kewenangan terkait lockdown berada pada domain pemerintah pusat dan lemerintah daerah diminta agar tidak mengambil kebijakan lockdown.

"Kebijakan ini (lockdown) tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah. Sampai saat ini (pemerintah pusat) tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown," ucap Jokowi.

Untuk saat ini, imbuh Jokowi, yang paling penting dan perlu dilakukan untuk menahan laju penularan Covid-19 ialah mengurangi mobilitas orang, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran.

"Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah perlu terus untuk kita gencarkan untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid 19 dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat baik itu urusan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan layanan-layanan publik lainnya," ucapnya.

Jokowi juga menekankan partisipasi aktif masyarakat untuk menaati pembatasan aktivitas tersebut penting agar penularan bisa dicegah sejak awal.

"Solidaritas masyarakat adalah modal sosial kita yang penting untuk menggerakkan kita bersama-sama melawan Covid-19 ini," pungkasnya.(OL-4)

Baca Juga

DOK KEMENPAREKRAF

Kemenparekraf Siapkan Langkah Strategis Bagi Pelaku Parekraf

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 16:22 WIB
Kemenparekraf menyiapkan tiga tahapan untuk merespons dampak Covid-19. Yaitu tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan...
MI/Dede Susianti

Bulan Ini, Penerima Manfaat PKH Dapat Dana Dua Kali Lipat

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 April 2020, 16:21 WIB
Pemerintah telah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp110 triliun dalam rangka pengamanan jaring sosial untuk menghadapi pandemi...
Antara

Ada 1.753 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNMPTN di UGM

👤Ardi Teristri Hardi 🕔Rabu 08 April 2020, 16:10 WIB
SEBANYAK 1.753 peserta lulus seleksi jalur SNMPTN 2020 di UGM. Mereka terbagi dalam kelompok program studi Saintek sebanyak 1.238 dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya