Senin 16 Maret 2020, 14:54 WIB

PLN Jaga Pasokan Listrik di Tengah Ancaman Virus Korona

Heryadi | Ekonomi
PLN Jaga Pasokan Listrik di Tengah Ancaman Virus Korona

DOK.PLN
Petugas melakukan pembersihan kantor PLN di Jakarta.

 

PLN terus menjaga pasokan listrik kepada masyarakat di tengah meningkatnya wabah virus korona (Covid-19) dengan menerapkan standar yang lebih tinggi terutama pada operasi penyediaan listrik. PLN memastikan unit pembangkit beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan termasuk melaksanakan pekerjaan pemeliharan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

"Semua itu kami lakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan PLN. Kami juga instruksikan kepada seluruh insan PLN agar tetap bertugas menjaga pasokan energi listrik," ungkap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, dalam keterangan resmi, Senin (16/3).

Sejak awal maret PLN telah melakukan langkah-langkah preventif terhadap upaya pencegahan penyebaran virus korona. Salah satunya adalah menangguhkan perjalanan kedinasan dan non-kedinasan ke luar negeri bagi seluruh pegawai PLN, terutama ke negara yang terinfeksi virus korona.

Bagi pegawai dan keluarganya yang telah melakukan perjalanan dinas ataupun non-kedinasan ke negara-negara terinfeksi, diwajibkan segera melaporkan riwayat perjalanan tersebut melalui email korporat.

Kemudian, pegawai PLN yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara dengan orange dan red alert, diwajibkan melakukan prosedur deteksi dini di Puskesmas dan rumah sakit setempat.

Selain itu, Perusahaan melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu serta melakukan pengecekan riwayat perjalanan yang dilakukan diseluruh unit PLN dan juga menyediakan logistik Masker, Hand Sanitizer, sarung tangan, dan thermal gun. Tidak cukup sampai di situ, PLN juga melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh kantor PLN.

Kini, PLN juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan kebersihan lingkungan kerja masing-masing secara rutin kepada Petugas Control Room dan Dispatcher pengelola aliran listrik. Termasuk juga mengontrol riwayat perjalanan pribadi dan anggota keluarga mereka, dan menyediakan angkutan antar jemput dari rumah tinggal ke tempat kerja untuk menghindarkan petugas dari penularan virus Covid-19.

Pada unit-unit kerja yang bersifat kritikal tersebut, juga akan disediakan ruang pemeriksaan kesehatan rutin beserta petugas medis dan peralatan pendukungnya.

Selain itu, selama bertugas pada jam kerja, mereka akan mendapatkan makanan sehat dan vitamin tambahan, dan dilarang untuk memasuki area kerja di luar Control Room dan Dispatcher. Sementara itu, PLN juga menambah unit Control System sebagai cadangan (Mirroring) untuk memastikan bahwa pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima sehingga bisa bekerja maksimal dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat," tandas Zulkifli. (E-3)

Baca Juga

ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...
ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih CepatĀ 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya