Senin 16 Maret 2020, 12:15 WIB

Thermo Gun Kurang, Pengecekan Suhu Tidak Konsisten

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Thermo Gun Kurang, Pengecekan Suhu Tidak Konsisten

Antara
Penumpang KRL di stasiun Bogor sedang dicek suhu tubuhnya

 

PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) diharapkan menambah alat pengukur suhu tubuh atau thermo gun untuk mengukur suhu tubuh penumpang saat hendak memasuki stasiun.

Minimnya alat thermo gun ini membuat pengecekan suhu tubuh pada penumpang tidak konsisten. Hal ini dialami sendiri oleh Corry, 33, yang pagi ini menggunakan moda Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Sudimara untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Di Stasiun Sudimara hanya ada satu alat thermo gun untuk memeriksa suhu tubuh puluhan penumpang secara bergantian.

"Ini cukup makan waktu. Kasihan untuk yang jam kerjanya kaku. Harus ditambah lebih banyak lagi (thermo gun). Minimal tiga. Terutama saat jam sibuk supaya antreannya tidak mengular," kata Corry kepada Media Indonesia, Senin (16/3).

Ia mengaku khawatir ada penumpang yang membawa virus dan menyebar ke penumpang lain jika pemeriksaan suhu tubuh tidak merata.

Baca juga: Suhu Tubuh Penumpang KRL Bogor-Depok Akan Diperiksa

Corry menyebut petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh pagi ini di Stasiun Sudimara akhirnya hanya mempersilahkan penumpang yang merasa suhu tubuhnya hangat untuk diperiksa.

"Karena antreannya sudah panjang, terus keretanya sudah tiba. Lalu petugas bilang nggak usah periksa lagi. Cuma yang merasa badannya hangat atau lagi sakit boleh periksa," tuturnya.

Sementara itu, karyawan swasta itu mengatakan keramaian di KRL tidak berubah signifikan meski pemerintah sudah menganjurkan pegawai bekerja dari rumah.

Ia pun mengaku sangat bersyukur KRL tidak mengurangi armada dan membatasi jumlah penumpang seperti Transjakarta dan MRT serta LRT.

"Karena bingung mau naik apa lagi. KRL sudah paling cepat dan praktis. Lagi pula nggak semua kantor meliburkan karyawan. Kalau nggak mau meliburkan mungkin pemerintah bisa minta jam kerjanya saja diatur supaya tidak menumpuk di satu waktu dan bus atau kereta tidak padat," tukasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Didik S

DPRD DKI Imbau Pesepeda Tetap Ikuti Prokes

👤Kautsar Bobi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:33 WIB
"Pas naik sepeda dia kumpul 10 sampai 20 orang kumpul itu yang menjadi permasalahan penyebaran...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

20 Pembakar Halte Trans-Jakarta Ditahan Polisi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 06:59 WIB
Para tersangka tersebut didominasi pelajar...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Polisi Minta Demonstran UU Ciptaker Waspadai Penyusup

👤Siti Yona Hukmana 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 06:50 WIB
Argo juga mengingatkan kepada demonstran untuk tidak mudah termakan informasi palsu atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya