Senin 16 Maret 2020, 10:52 WIB

PSI Desak Anies Tinjau Ulang Pembatasan Transportasi Umum

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
PSI Desak Anies Tinjau Ulang Pembatasan Transportasi Umum

Antara
Antrean di Halte Trans-Jakarta akibat kebijakan pembatasan transportasi oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.

 

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengkritisi keputusan Gubernur Anies Baswedan yang mengurangi jumlah armada Trans-Jakarta dan gerbong MRT yang beroperasi selama dua minggu ke depan.

Anggota Fraksi PSI Eneng Malianasari menilai langkah itu menyebabkan penumpukan penumpang yang justru meningkatkan risiko penyebaran virus korona secara masif.

“Pemprov DKI tidak memperhitungkan mereka yang tidak bisa otomatis beralih bekerja di rumah. Pembatasan armada justru mengorbankan pekerja harian yang bergantung pada transportasi umum,” ujar anggota legislatif yang sering disapa Milli itu dalam keterangan resminya, Senin (16/3).

Baca juga: Penumpang Trans-Jakarta Sengsara di Halte UKI

Menurut Mili, langkah memerangi infeksi virus korona seharusnya dilakukan dengan memperbanyak armada Trans-Jakarta dan gerbong MRT yang beroperasi sehingga penumpang bisa tersebar dan langsung terangkut.

“Masa tunggu penumpang harusnya dipersingkat. Penumpukan massa di ruang tertutup yang sempit seperti halte justru menjadi sarang infeksi,” kata Mili

Selain itu, Milli juga meminta Pemprov DKI memastikan adanya pembersihan armada bus dan gerbong MRT secara berkala dengan disinfektan di halte-halte terakhir dari setiap rute. Serta memastikan semua pegawai yang bertugas terlindungi dengan penyediaan masker dan sarung tangan yang memadai untuk mereka.

“Dengan adanya penumpukan, petugas juga kesulitan melakukan pembersihan armada bus dan gerbong. Petugas dan pegawai juga menerima risiko tinggi terpapar infeksi,” imbuh Mili.

Ia berharap Pemprov DKI segera meninjau ulang pembatasan tersebut dan segera menambah armada MRT dan Trans-Jakarta sehingga penumpukan tidak berulang pada sore jelang pulang kerja nanti.

Menurutnya, Fraksi PSI mendukung kebijakan bekerja dari rumah dan upaya mengurangi interaksi fisik di publik yg dapat meningkatkan penyebaran korona. Akan tetapi, pemerintah perlu memberi waktu bagi pihak swasta dan publik menyesuaikan dan mengadopsi kebijakan tersebut. (OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Aplikasi Grab dan Gojek Sudah tak Layani Layanan Ojol

👤Rudy Polycarpus 🕔Jumat 10 April 2020, 02:02 WIB
Adapun Anies mengatakan, pengemudi ojol hanya boleh mengantar barang selama PSBB diterapkan selama 14 hari sejak Jumat...
MI/ Usman Iskandar

Ada PSBB, Pekerja Konstruksi Dilarang Tinggalkan Lokasi Proyek

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 10 April 2020, 01:12 WIB
Pengelola proyek juga wajib mengkampanyekan pencegahan covid-19 di lingkungan proyek konstruksi termasuk pemeriksaan berkala kesehatan para...
Antara

Selama PSBB Pekerja Konstruksi Harus Tinggal di Mess

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:40 WIB
Pengelola proyek konstruksi wajib menyiapkan fasilitas tempat tinggal termasuk makan, minum, dan juga fasilitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya