Senin 16 Maret 2020, 08:03 WIB

Akibat Covid-19, Serbia Nyatakan Darurat Nasional

Willy Haryono | Internasional
Akibat Covid-19, Serbia Nyatakan Darurat Nasional

AFP/Andrej ISAKOVIC
Presiden Serbia Aleksandar Vucic

 

SERBIA mendeklarasikan status darurat nasional untuk menekan penyebaran virus korona (Covid-19). Di bawah darurat nasional, Serbia menutup banyak ruang publik, mengerahkan prajurit untuk menjaga rumah sakit, dan juga menutup perbatasan.

Dikutip dari AFP, Minggu (15/3), Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan berbagai kebijakan ini diperlukan untuk menyelamatkan orang lanjut usia di negaranya, yang memiliki total populasi sekitar 7 juta jiwa.

Sejauh ini, Serbia mencatat ada sekitar 50 kasus positif covid-19.

"Mulai besok, tidak ada lagi sekolah, universitas, olahraga, semuanya ditutup. Kami akan menutup semua itu demi menyelamatkan nyawa, demi semua orang tua kita," tutur Vucic.

Baca juga: Pekan Suci di Vatikan akan Digelar Tanpa Umat

Ia menambahkan militer Serbia akan dikerahkan untuk menjaga "sejumlah situs penting" seperti rumah sakit tempat penanganan pasien korona.

Status darurat nasional di Serbia tidak meliputi penutupan total (lockdown) berskala nasional seperti yang telah dilakukan Italia dan Spanyol.

Vucic mengimbau kepada warga Serbia yang berusia di atas 65 tahun untuk tetap berada di dalam rumah. Sementara mengenai ruang publik seperti kafe atau bar, Vucic mengatakan aturan spesifiknya akan ditentukan usai rapat kabinet.

"Saya minta kepada warga negara asing: jangan datang ke Serbia, kecuali warga Tiongkok yang memang diminta datang ke sini, terutama para dokter-dokter mereka yang akan membantu kami," kata Vucic.

Sang presiden, yang berusaha membawa Serbia masuk ke Uni Eropa namun tetap menjaga hubungan baik dengan Beijing, mengatakan bantuan Tiongkok sangat krusial di tengah minimnya solidaritas Eropa.

Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic mengonfirmasi perbatasan negara akan ditutup untuk semua warga asing mulai Minggu (15/3) malam, kecuali untuk diplomat. Warga Serbia yang baru pulang dari negara terdampak Covid-19 akan dikarantina selama 14 hingga 28 hari.

Brnabic menegaskan, mereka yang melanggar aturan karantina ini dapat dijatuhi vonis tiga tahun penjara. (OL-1)

Baca Juga

AFP / Aidan JONES

Dilema Para ‘Phim’ dan Ancaman Terinfeksi Virus Korona di Bangkok

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 05 April 2020, 14:33 WIB
Kendati diselimuti kekhawatiran terpapar Covid-19, para 'Phim' nekat mencari pelanggan demi uang buat membayar biaya sewa...
AFP/JACK GUEZ

Israel Perketat Lockdown di Bnei Brak

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 12:55 WIB
Mulai Minggu (5/4) pagi, pasukan polisi dan militer memblokade akses ke Route 481, sebuah arteri area metropolitan utama Tel Aviv yang...
AFP/FRANCK FIFE

Renault Siapkan 1.300 Mobil Antar Jemput Tenaga Medis Prancis

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 12:15 WIB
Layanan penyediaan mobil listrik ini yang disajikan sejak Februari lalu itu, sedang diadaptasi untuk menawarkan hingga 300 mobil Renault...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya