Minggu 15 Maret 2020, 22:10 WIB

Pemerintah Didorong Bentuk Relawan Penanganan Covid-19

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
Pemerintah Didorong Bentuk Relawan Penanganan Covid-19

MI/Dwi Apriani
Pemeriksaan suhu tubuhh

 

ANGGOTA DPR RI Marwan Jafar mendorong pemerintah membentuk relawan guna menanggulangi pandemi korona di Tanah Air

Hal itu sekaligus sebagai bentuk kegotongroyongan dan solidaritas sosial rakyat Indonesia serta mewujudkan sinergi kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan rakyat Indonesia dan seluruh elemen bangsa.

'Relawan-pejuang ini bisa berasal dari sejumlah ormas, organisasi profesional mulai dari para peneliti, dokter maupun organisasi ahli-medis, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, kepramukaan, kampus, kalangan insan pers, serta sebaiknya melibatkan WHO. Sebab, selain memiliki legitimasi, WHO juga memberikan supervisi dan arahan sesuai standar internasional," ujarnya, Minggu (15/3).

 

Relawan atau pejuang korona ini, sambungnya, bisa berasal dari sejumlah ormas, organisasi profesional mulai dari para peneliti, dokter maupun organisasi ahli-medis, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, kepramukaan, kampus, kalangan insan pers, serta sebaiknya melibatkan WHO. 

Sebab, selain memiliki legitimasi,
WHO juga memberikan supervisi dan arahan sesuai standar internasional.


Langkah tersebut ditempuh, tambahnya, agar publik mengetahui bahwa warga masyarakat sungguh-sungguh ingin membantu pemerintah serta sebagai wujud nyata solidaritas sosial dan komitmen perang terhadap virus Corona tanpa menafikan kesigapan pemerintah pusat dan daerah yang sudah lekas menangani virus Corona secara tepat. 

"Pasien yang terindikasi (suspect) mesti disediakan rumah sakit khusus buat menangani pasien Corona atau sebaiknya tidak dicampur dengan pasien biasa. kita dapat 'menyulap' atau memanfaatkan kamar hotel-hotel khusus buat mengisolasi orang dengan terduga virus Corona. Seiring melengkapi kesiapan rumah-sakit yang ada," tandasnya.

Menurutnya, upaya ini akan sangat memperlihatkan upaya kesiapan pemerintah mengantisipasi kemungkinan terburuk dan jadi gesture sangat kuat menenangkan warga masyarakat secara psikologis.

"Meskipun pemerintah akan membangun rumah sakit khusus pasien virus corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, tempat bekas pengungsi Vietnam, dengan standar yg telah ditetapkan WHO," jelas Marwan.

Selain itu pemerintah pusat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah terkait pemanfaatan hotel-hotel jadi semacam rumah-sakit darurat dengan memberikan insentif tertentu atas alih fungsi tersebut. 

Mantan Ketua Fraksi PKB itu mengusulkan pemerintah menyewa pesawat khusus yang mempunyai alat pendeteksi sterilisasi virus Corona dan khusus buat mengangkut pasien terduga virus Corona ke rumah sakit-rumah sakit darurat yg telah disiapkan tadi. 

"Misalnya ketika musim haji tiba, pemerintah kita juga menyewa pesawat buat mengangkut para jamaah haji Indonesia. Cukup banyak pesawat domestik yang biasa disewa dan bila perlu bisa menyewa pesawat dari luar negeri," imbuh Marwan.


Di sisi lain, Marwan mengajak kepada para anggota DPR RI dan DPRD seluruh Indonesia, melalui rapat-rapat di komisi yang membidangi kesehatan, Badan Anggaran hingga Rapat Paripurna yang tentu akan menyetujui sejumlah langkah pemerintah menangani virus Corona dan menyetujui anggaran yang diperlukan. 


Ia berpendapat, dngan ditetapkannya Indonesia sebagai darurat bencana nasional, ia mengajak seluruh rakyat Indonesia agar tidak panik dalam menghadapi serangan virus Corona ini. 

"Kita harus patuh dan mentaati seluruh protokol pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan juga WHO. Saya mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan Indonesia sebagai darurat bencana nasional virus Corona, serta berharap pemerintah pusat dan daerah saling terus bersinergi menghadapi virus Corona. 

Marwan mengingatkan, pemerintah juga perlu menyiapkan sebuah rencana kedaruratan (contingency plan), mulai dari ketersediaan dan pasokan barang-barang sembako, gas, obat-obatan, BBM, kemungkinan penimbunan dan pemanfaatan situasi, langkah-langkah pengamanan serta penindakan hingga kemungkinan perusahaan merumahkan karyawan tanpa gaji dan sebagainya.
    

"Artinya, perihal stabilitas ekonomi, sosial dan psikologis masyarakat, peta masalah dan pemutakhiran informasi, edukasi menghindari kepanikan dan terus memperbaiki pemulihan kepercayaan publik wajib dilakukan sinergis oleh pemerintah bersama segenap komponen anak bangsa," ujar Marwan.

 Termasuk oleh seluruh warga masyarakat, kalangan pebisnis sektor swasta serta satuan kerja pemerintah wajib mengkampanyekan sangat mendesaknya mencegah dan menangani dampak virus Corona.
 
"Seiring dengan ini, kita berharap besar semoga seluruh kalangan komponen bangsa mampu tetap ikhtiar semaksimal mungkin, berdoa serta senantiasa optimis agar dapat menemukan pemecahan masalah dampak virus Corona ini dengan benar dan tepat," pungkasnya. (OL-8).

Baca Juga

Antara

Politisi Demokrat Minta Dana Haji Dipakai untuk Tangani Korona

👤Anggitondi Martaon 🕔Rabu 08 April 2020, 19:05 WIB
Politikus Partai Demokrat itu menilai, penyelenggaraan haji 2020 berpotensi besar ditunda. Sebab, penyebaran virus korona belum...
MI/M Irfan

Mendagri tidak Hadir, Rapat Penundaan Pilkada 2020 Ditunda

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 08 April 2020, 18:05 WIB
Anggota Komisi II Mardani Ali Sera mengatakan, kehadiran Mendagri menjadi hal yang wajib dalam pembahasan terkait penundaan Pilkada...
Antara

Soal Transfer Uang buat DP Mobil Anggota DPR, Sekjen: Dipending

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 08 April 2020, 17:55 WIB
Indra Iskandar mengatakan rencana pemberian uang muka pembelian kendaraan anggota DPR itu telah diputuskan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya