Minggu 15 Maret 2020, 23:55 WIB

Dampak Covid-19 dan Membaca Peluang Di Dalamnya

Vishal Tulsian Presdir PT Bank Amar Indonesia Tbk | Opini
 Dampak Covid-19 dan Membaca Peluang Di Dalamnya

Dok.Pribadi
Vishal Tulsian Presdir PT Bank Amar Indonesia Tbk

PENYEBARAN virus korona (covid-19) hingga saat ini masih menjadi isu hangat di dunia internasional, termasuk di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3) secara resmi menyatakan wabah korona sebagai pandemi global. Hal itu didasari oleh cepat dan masifnya penyebaran virus ini ke sejumlah negara. 

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, telah terdapat 118 ribu kasus di 114 negara, termasuk Indonesia. Di negeri ini warga negara yang dinyatakan positif terjangkit virus korona pun terus bertambah jumlahnya. Tentunya hal ini memberikan dampak terhadap mobilisasi dan produktivitas, baik bagi profesional ataupun masyarakat umum.

Berbagai situasi dan kondisi yang saya hadapi dalam perjalanan hidup, telah banyak mengajarkan dan memberikan pelajaran sangat berharga. Begitu juga terkait isu kesehatan yang sedang kita hadapi bersama belakangan ini dan isu penyebarannya. Situasi dan kondisi ini menjadi masalah serius di seluruh dunia yang perlu penanganan tepat dan seksama, termasuk di Indonesia.  

Saya sangat prihatin dan berempati terhadap penyebaran covid-19 termasuk keadaan mereka yang dinyatakan positif terjangkit virus ini, baik dari aspek kesehatan maupun psikologis. Namun sayangnya, belum banyak bantuan yang dapat diberikan kepada mereka sampai penanganannya mampu dan berhasil dikembangkan para ahli. Sehingga hanya tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan hingga saat ini. Beruntungnya, berkat adanya media sosial, informasi seputar pencegahan virus korona dapat dengan mudah dan cepat tersebar ke seluruh masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, saya selalu percaya pasti ada 'terang dalam gelap', tinggal tergantung bagaimana kita menyikapinya dan apakah mau coba melihat sisi lain dari isu ini. Beberapa peluang yang bisa saya sarankan dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini di antaranya;

Bagi personal atau individu

1. Kebiasaan baru
Kekhawatiran ataupun ketakutan adalah salah satu motivator paling besar dalam hidup bagi individu. Contohnya; dengan adanya isu penyebaran covid-19, kita lebih sadar dan tergerak untuk menjaga higienitas yang membangun kebiasaan diri untuk selalu menjaga kebersihan diri. 

Perilaku dan kebiasaan ini bisa kita bangun pada anak-anak kita ataupun orang-orang yang kita kasihi. Tentunya tidak berupa nasihat yang berlebihan, akan tetapi melalui contoh atau perilaku nyata.

2. Memiliki lebih banyak waktu untuk orang yang dicintai
Adanya penundaan atau bahkan pembatalan pertemuan dan perjalan bisnis, memberikan peluang besar bagi mereka yang memiliki jadwal sangat padat atau sibuk untuk memiliki waktu ekstra dan menghabiskannya bersama keluarga atau orang-orang yang dicintai.

3. Bersatu kita teguh
Situasi ini memberikan kesempatan kepada kita dalam membangun rasa kemanusiaan dan persatuan tanpa melihat berbagai perbedaan yang ada.

4. Tetap tenang dan waspada
Tidak perlu terlalu panik menghadapi situasi ini, lebih fokuslah terhadap hal yang lebih penting yaitu melakukan tindakan-tindakan pencegahan yang dianjurkan dan diperlukan. Karena hal tersebut adalah satu-satunya pertahanan diri yang efektif saat ini. Dengan begitu, kita akan dipaksa untuk membangun mental dan pola perilaku yang tenang dan waspada secara bersamaan.  

Bagi pengusaha

Terciptanya peluang bisnis
Banyak rantai pasokan industri atau bisnis global bergantung pada Tiongkok, dan dengan adanya isu penyebaran covid-19 rantai pasokan tersebut menjadi terganggu. Sehingga hal ini memaksa para pemimpin industri dan bisnis menyiapkan rencana alternatif untuk keberlangsungan kesinambungan bisnis, bila hal seperti ini terjadi kembali di masa depan. 

Hal ini jelas membuka peluang bisnis bagi negara-negara lainnya, untuk menawarkan solusi dari adanya gangguan pada rantai pasokan tersebut, salah satunya Indonesia.

Kapan terakhir kalinya kita berada dalam sebuah pertemuan? Apakah itu di bandara, konferensi, dan pertemuan bisnis? Jika kita berada dalam kondisi yang memang mengharuskan bertemu banyak orang, tidak perlu terlalu fokus pada kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan. Hanya perlu memastikanlah diri kita untuk selalu tenang dan waspada, dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. 

Hal yang terpenting adalah, hadapi, jalani dan tetap waspada dalam kondisi apapun. Cobalah untuk melihat peluang dari segala situasi dan kondisi yang kita hadapi, karena hal tersebut akan mengubah sudut pandang dan cara kita berpikir. 

Baca Juga

Dok.pribadi

Mengkaji Kebijakan Ekspor Benur Lobster

👤Efriza, Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP) 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:05 WIB
Pola keputusan Presiden Jokowi selalu mengutamakan keseimbangan, berbentuk segitiga dari keputusan...
Dok. Unair

Peran dan Pendidikan Mahasiswa Kedokteran di Masa Pandemi

👤Djoko Santoso Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga 🕔Selasa 07 Juli 2020, 05:00 WIB
PANDEMI covid-19 telah berdampak pada hampir seluruh sektor...
MI/DUTA

Orientasi Siswa Berbasis Virtual

👤Azwar Anas, Guru Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe 🕔Senin 06 Juli 2020, 06:30 WIB
Tahun ajaran baru yang seyogianya dimulai pada pertengahan Juli mendatang masih begitu abu-abu akan bagaimana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya