Senin 16 Maret 2020, 06:15 WIB

Mengantisipasi Dampak Covid-19 ke Perekonomian Nasional

Danu Sanjoyo, SAB, ME. Pranata Humas Ahli Biro KLI Kemenkeu | Opini
Mengantisipasi Dampak Covid-19 ke Perekonomian Nasional

Dok.MI/Duta

SELURUH dunia tengah 'berperang' melawan epidemi virus korona. Masing-masing menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna meminimalkan daya rusak covid-19 ini. Wabah virus korona yang telah mengganggu berbagai aktivitas menciptakan peningkatan risiko pada ekonomi global. Optimisme ekonomi dunia itu bisa tumbuh ke 3,3% pada 2020 hampir dipastikan tidak akan tercapai.

Ada tekanan besar menyusul gangguan pada perekonomian Tiongkok sejak outbreaks coronavirus dari Provinsi Wuhan. Saat ini, virus itu telah menyebar ke lebih 100 negara. Banyak kegiatan ekonomi, industri, dan retail terhenti atau berkurang drastis.

Beberapa perusahaan besar mengurangi kegiatan bisnis secara signifikan. Pasokan pada beberapa industri besar di negara-negara lain terhambat. Banyak UMKM dengan kontrak bisnis jangka pendek mengalami tekanan.

Apa yang terjadi dengan Tiongkok akan menjadi perhatian global karena posisinya sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia. Ukuran ekonomi negara ini telah mencapai US$13,6 triliun. Dengan ukuran sebesar itu, Tiongkok berkontribusi pada 17% PDB dunia. China merupakan eksportir intermediate goods terbesar di dunia.

Sejumlah pakar memperkirakan wabah virus korona akan berdampak ekonomi lebih besar daripada wabah SARS. Penyebabnya ialah ekonomi Tiongkok saat ini sudah berada dalam tren moderasi dan ekonomi Tiongkok sudah lebih terintegrasi dengan global. Apa yang terjadi di Tiongkok akan dirasakan negara lain.

Di sektor pariwisata, Tiongkok merupakan yang terbesar di dunia. Kunjungan turis dari Tiongkok secara global mencapai 173 juta orang dengan belanja turisme lebih dari US$250 miliar. Tak hanya itu, banyak sektor ekonomi yang berpotensi terdampak virus korona. Sektor manufaktur dan perdagangan internasional, sektor jasa lainnya, retail, hiburan, pendidikan, dan transportasi. Penurunan aliran FDI, peningkatan sentimen pasar keuangan global, dan penurunan harga komoditas.

Berharap mereda

Bagi Indonesia, wabah covid-19 sudah langsung terasa efeknya di sektor pariwisata. Turis dari Tiongkok dan negara lain turun drastis. Disrupsi juga terjadi pada sektor perdagangan dan rantai pasokan karena berkurangnya pasokan dari Tiongkok. Saat ini, 27% impor nonmigas kita dari Tiongkok dan 16,7% pangsa pasar ekspor Indonesia ke Tiongkok. Angka yang sangat besar.

Penurunan harga komoditas membayangi karena Tiongkok merupakan konsumen komoditas besar dari Indonesia. Tiongkok merupakan importir kedua terbesar untuk komoditas CPO dan ketiga terbesar untuk komoditas batu bara.

Limpasannya ke Indonesia ialah menurunnya kinerja ekspor, baik barang maupun jasa, kinerja pertumbuhan ekonomi. Utamanya, sektor-sektor terdampak yakni akomodasi, transportasi, retail, dan manufaktur defisit neraca transaksi berjalan (CAD),akibat penurunan kinerja perdagangan barang dan penurunan wisman berpotensi mendorong peningkatan CAD. Dan, penurunan risiko appetite investor mendorong peralihan investasi pada safe haven, potensi penurunan penerimaan antara lain dari bea masuk dan PNBP SDA.

Pemerintah berharap tekanan ini bisa mereda di kuartal pertama 2020. Beberapa pengamat dan analis bahkan khawatir jika epidemi korona melewati triwulan pertama 2020, dampaknya akan lebih berat bagi perekonomian. Dari sisi pertumbuhan ekonomi sudah pasti tidak akan menyentuh angka 5%.

Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran kabinet untuk fokus pada mitigasi dampak pelemahan ekonomi global di tengah wabah virus korona terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Kementerian dan lembaga yang terkait diperintahkan menerbitkan sejumlah kebijakan yang akan menjadi stimulus sekaligus untuk merespons perubahan situasi.

Pemerintah melakukan mitigasi risiko penurunan kinerja pertumbuhan perekonomian domestik akibat perlambatan ekonomi dan perdagangan global. Penurunan harga komoditas, dan penurunan volume penerbangan serta pariwisata melalui stimulus pada perekonomian guna menjaga momentum pertumbuhan.

Pertama, kebijakan fiskal APBN melalui langkah stabilisasi fiskal. Kementerian Keuangan memberikan respons countercyclical melalui kebijakan fiskal dari sisi pengeluaran yaitu percepatan belanja (dana desa, bansos).

Menjaga konsumsi rumah tangga miskin melalui berbagai program yang dapat dilakukan segera, lebih tepat sasaran, coverage besar, dan berdampak langsung dapat menjadi solusi efektif. Karena, marginal prospensity to consume (MPC) rumah tangga miskin tinggi, misal program kartu sembako, kartu prakerja.

Selain itu, kebijakan fiskal dari sisi penerimaan yaitu stimulus untuk sektor terdampak. Menteri Keuangan juga telah mengumumkan pajak hotel dan restoran dibayari pemerintah dengan DAK (dana alokasi khusus). Total DAK mencapai Rp3,3 triliun. Itu sebagai kompensasi tutupnya kunjungan wisman Tiongkok. Ini diharapkan menjadi angin segar meskipun kompensasi pemerintah ke daerah belum tentu seimbang karena PAD bisa saja lebih besar yang diterima daerah.

Saat ini, pergerakan penyebaran virus korona begitu cepat bahkan sudah menyebar luas. Untuk itu, kebijakan fiskal baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi penerimaan akan senantiasa bergerak untuk menyesuaikan dengan perkembangan dari wabah korona ini.

Kedua, keberpihakan sektor riil dengan mempercepat reformasi struktural guna pengembangan industri domestik. Pemerintah merespons kebijakan jangka pendek dengan tetap memperhatikan kebijakan yang bersifat struktural dan berdimensi panjang. Di antaranya, dengan menginisiasi omnibus law RUU Cipta kerja dan perpajakan.

Kementerian Perdagangan perlu melakukan relaksasi bagi kebijakan impor bahan baku untuk kebutuhan industri. Penyebaran wabah virus korona telah membuat operasional banyak perusahaan menjadi terganggu karena kekurangan bahan baku baik impor maupun dalam negeri. Apabila tak segera direspons dengan baik, pada akhirnya akan membuat sektor produksi turut terhambat. Hal itu berimplikasi pada meningkatnya harga yang nantinya bakal menaikkan tingkat inflasi.

Ketiga, kebijakan moneter dan makro prudential melalui kebijakan akomodatif, operasi moneter mendukung ketersediaan likuiditas, dan menjaga stabilitas nilai tukar dan suku bunga. Bank Indonesia sudah bergerak cepat dengan mengeluarkan langkah lanjutan penguatan kebijakan menurunkan suku bunga acuan. OJK juga melakukan pelonggaran bauran kebijakan untuk membantu sektor-sektor keuangan yang terdampak.

Keempat, Kebijakan sektor keuangan melalui upaya tetap menjaga kepercayaan, menjaga likuiditas, dan memperkuat ketahanan.

Kita sama-sama berharap dan tetap berfikir positif serta optimistis virus korona ini tidak terlalu lama. Mitigasi risiko yang dilakukan pemerintah harus diimbangi dengan upaya optimal dalam mengatasi musuh terbesar masyarakat Indonesia saat ini, yaitu rasa ketakutan dan kepanikan.

Komunikasi pemerintah yang cepat dan tepat perlu dilakukan. Terutama, terkait langkah-langkah yang diambil untuk menurunkan risiko penyebaran dan percepatan penanganan penderita covid-19. Serta, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga

Dok.pribadi

KDRT Mengintai di Tengah Pandemi 

👤Kartika Sari, Staf Bagian Publikasi dan Media di Biro Hukum dan Humas Kemen PPPA 🕔Jumat 29 Mei 2020, 18:00 WIB
Pandemi menyebabkan kasus KBG meningkat, salah satunya kasus kekerasan dalam rumah tangga...
MI/TIYOK

Penataan Perilaku Kunci Tatanan Hidup Baru

👤Hamdi Muluk, Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia Ketua Laboratorium Psikologi Politik, Universitas Indonesia 🕔Jumat 29 Mei 2020, 06:00 WIB
Yang jelas, prinsipnya kita harus siap beradaptasi (bukan menyerah pada virus) dengan sebuah tatanan hidup baru ke depan, dengan sejumlah...
Istimewa

Hari Kemerdekaan Georgia

👤Duta Besar Georgia, H.E. Tuan Irakli Asashvil 🕔Kamis 28 Mei 2020, 20:40 WIB
Menurut laporan World Bank Doing Business 2020, Georgia berada di peringkat ke-7 di antara 190 negara dalam hal kemudahan berbisnis, turun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya