Minggu 15 Maret 2020, 18:32 WIB

Umat Katolik Diimbau Ikuti Misa Secara Online

Faustinus Nua | Humaniora
Umat Katolik Diimbau Ikuti Misa Secara Online

MI/ANDRI WIDIYANTO
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan untuk pencegahan penularan virus corona jenis Covid-19 di Stasiun Gambir, Jakarta

 

UMAT Katolik diimbau tidak menghdiri misa di gereja. Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menyatrakan, umat cukup menjalani misa di rumah masing-masing secara online atau streaming.

Keputusan itu sesuai dengan imbauan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus dan arahan Presiden Joko Widodo.

"Sudah ada sebelumnya anjuran itu (tidak perlu ke Geraja bagi yang sakit). 37 keuskupan membuat surat gembala bagi umat kalau mereka batuk, flu, pilek, badan sakit dihimbau tidak perlu pergi ke Gereja. Tapi dengan live streaming bisa mengikuti misa itu di masing-masing keuskupan," ungkap Pastor KWI Antonius Benny Susetyo alias Romo Benny kepada Media Indonesia (15/3).

Dijelaskannya, saat ini beberapa Gereja seperti Kathedral sudah menerapkan live streaming ibadah. Bahkan sejak sebulan yang lalu umat yang sakit sudah diimbau tidak ke Gereja dan mengikuti ibadah secara online di rumah.

Untuk itu, kebijakan pemerintah agar masyarakat mengurangi kegiatan atau aktivitas di pusat keramaian seperti temoat ibadah sangat didukung KWI.

"Gereja (Katolik) sangat mendukung. Sejak wabah ini mulai jangkit ke beberapa negara, itu gereja dukung kebijakan-kebijakan seperti ini. Sejak terjadi di Roma, sehingga Paus Fransiskus menghimbau dan mulai melakukan ibadah, salve, misa juga melalui live streaming," tandasnya.

 

Baca juga: Mahfud Batasi Aktivitas Kerja di Depan Publik

 

Sementara itu, untuk umat yang sehat diperbolehkan mengikuti ibadah seperti biasa. Akan tetapi, pihak Gereja mengikuti arahan pemerintah untuk melakukan pengecekan suhu tubuh dan penyeprotan disinfektan di gereja-gereja.

Dia menambahkan, bagi umat yang mengikuti ibadah di Gereja diimbau untuk menurangi kontak sesama umat seperti bersalaman.

"Mereka tidak perlu salam damai, itu tidak ada lagi. Artinya tidak perlulah bersalaman seperti itu. Bahkan untuk menyambut Jumat Agung tidak ada penciuman salib," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

AFP/Jason

Andalkan Kecerdasan Buatan Microsoft Hentikan Jurnalis

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:37 WIB
PHK adalah bagian dari dorongan yang lebih besar oleh Microsoft untuk mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengambil berita dan konten yang...
Antara

AR Google Permudah Hitung Jarak Sosial

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 23:32 WIB
Jika Anda memiliki perangkat Android, cukup buka browser Chrome dan buka goo.gle/sodar untuk mencoba alat baru bernama...
Bea cukai

Covid-19 Momentum Tepat Berhenti Merokok

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 22:58 WIB
Merokok dapat meningkatkan risiko penularan virus korona baru yang akan memperberat komplikasi penyakit akibat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya