Minggu 15 Maret 2020, 23:00 WIB

Spanyol dan Prancis Terapkan Lockdown

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Spanyol dan Prancis Terapkan Lockdown

AFP

 

PRANCIS dan Spanyol menjadi negara Eropa terbaru yang memberlakukan penguncian. Prancis memerintahkan penutupan restoran, bar, bioskop, dan klub malam, tetapi toko makanan, apotek, dan bank akan tetap terbuka.

COVID-19 telah menewaskan 196 orang di Spanyol, menjadikannya negara Eropa yang paling terpukul setelah Italia. Istri Perdana Menteri Pedro Sanchez termasuk di antara mereka yang terinfeksi.

Pembatasan serupa telah diberlakukan di Italia, negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Eropa, sekaligus kedua terbesar di luar daratan Tiongkok. Warga hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk membeli makanan dan obat-obatan, pergi bekerja, pergi ke rumah sakit dan bank, serta melakukan perjalanan yang berkaitan untuk merawat orang tua atau anak-anak. Seluruh sekolah dan universitas ditutup, demikian juga restoran, bar, hotel, dan bisnis ritel lainnya.

Sejauh ini jumlah kematian di Italia telah mencapai 1.441 orang. Secara keseluruhan kasus infeksi virus korona di Italia menjadi 21.157 orang.  Sementara Vatikan mengatakan Perayaan Paskah diadakan tahun ini tanpa penyembah karena wabah virus korona.

“Karena darurat kesehatan masyarakat global saat ini, semua perayaan liturgi Pekan Suci akan berlangsung tanpa kehadiran fisik umat beriman,” kata Prefektur Rumah Tangga Kepausan.

Pasien terinfeksi virus korona di Italia juga ditemukan semakin banyak berusia lebih muda pada rentang 25-50 tahun.

“Jenis pasien berubah. Mereka sedikit lebih muda, berusia antara 40 hingga 45 tahun dan kasusnya lebih rumit,” kata Luca Lorini, kepala anestesi dan perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Bergamo, Italia bagian utara.

Jumlah kasus korona di seluruh dunia melewati 156.000 orang dengan lebih 5.800 kematian.  Negara yang mengalami peningkatan terbesar dalam 24 jam terakhir adalah Italia, yang mencatat 175 kematian, Iran 97 jiwa, dan Spanyol 63 jiwa.

 

Perbatasan ditutup

Australia pada hari Minggu mengumumkan semua kedatangan di negara itu akan menghadapi 14 hari wajib isolasi diri, mulai tengah malam.

“Kita harus terbiasa dengan beberapa perubahan dalam cara kita menjalani hidup kita,” kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Korea Selatan pada hari Minggu melaporkan 76 kasus virus korona baru dan tiga kematian lainnya, penurunan jumlah kasus baru menjadi dua kali lipat untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga minggu, ketika Presiden Moon Jae-in mendeklarasikan provinsi-provinsi yang paling parah terkena bencana sebagai “zona bencana khusus”.

Kolombia melaporkan kasus pertama covid-19 pada 6 Maret, yang meningkat menjadi 16 kasus pada Jumat lalu. Pemerintah menyatakan darurat kesehatan yang menghentikan pertemuan publik lebih dari 500 orang termasuk liga sepak bola dan memblokade kapal pesiar agar tidak berlabuh di pelabuhan.

“Dalam menghadapi pandemi ini kita harus bersatu sebagai sebuah negara dan kita semua juga harus mengambil tindakan pencegahan individual yang sesuai,” kata Presiden Ivan Duque.

Keadaan darurat Kolombia akan berlangsung hingga 30 Mei dan memungkinkan pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan luar biasa terkait wabah, seperti mengarahkan sumber keuangan.

Libanon mengumumkan keadaan darurat medis, Minggu (15/3), menutup semua lembaga publik dan swasta kecuali rumah sakit, apotek, dan toko roti dalam upaya untuk membendung wabah virus korona.
“Langkah-langkah luar biasa ini akan berlangsung 15 hari, tetapi dapat diperpanjang,” jelas sumber itu, Sabtu malam. (AlJazeera/USNews/AFP/CNA/I-1)

Baca Juga

Antaranews.com

KBRI di Roma Masih Sediakan Layanan Kekonsuleran

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:00 WIB
KBRI Roma untuk sementara waktu tidak menyediakan layanan kekonsuleran untuk warga negara...
AFP/NICOLAS TUCAT

Prancis Gunakan Kereta Kecepatan Tinggi Evakuasi Pasien Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 18:30 WIB
Prancis, Minggu (29/3), melakukan evakuasi pasien virus covid-19 dari rumah sakit di wilayah timur memakai kereta...
AFP/Joel Saget

Dalam Sehari, 292 Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Prancis

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 16:13 WIB
Pemerintah Prancis melaporkan 292 kasus kematian akibat covid-19 dalam sehari. Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa mencapai 2.606...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya