Minggu 15 Maret 2020, 13:50 WIB

Pemerintah Diminta tidak Ragu Penuhi Permintaan WHO

Irvan Sihombing | Humaniora
Pemerintah Diminta tidak Ragu Penuhi Permintaan WHO

AFP
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah).

 

ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Putu Supadma Rudana, mendorong pemerintah Indonesia segera menindaklanjuti permintaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait peningkatan penetapan status wabah Covid-19 di Indonesia menjadi darurat nasional.

Rekomendasi WHO itu disampaikan melalui surat Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada Presiden Jokowi. Indonesia memang diasumsikan oleh WHO memiliki beberapa kasus yang belum terdeteksi, sehingga secara langsung WHO menyurati Presiden Jokowi.

Baca juga: Semua Pendatang Internasional di Australia akan Dikarantina

"Sebaiknya segera ditindaklanjuti menjadi darurat nasional, mengingat perkembangan kasus korona di Indonesia tiap hari semakin meningkat. Jangan menunggu wabah ini menjadi seperti efek bola salju," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Minggu (15/3).

Putu yang juga Wakil ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) mengatakan beberapa negara di luar Tiongkok juga sudah menempuh langkah serius dan cepat seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Italia.

Dia juga mendorong agar pemerintah melakukan lockdown yang dapat dimulai di tiga pintu gerbang utama yaitu Bali, Batam, dan Jakarta, untuk meminimalisasi perkembangan dan penyebaran virus korona.

Baca juga: Menkeu Masih Sehat dan Jalankan Tugas
 
"Menurut sumber John Hopkins University & Medicine tingkat kematian akibat virus korona di Indonesia justru berada di atas Iran dan Korea Selatan, hal inilah yang menunjukkan penanganan pasien virus korona belum maksimal dilakukan," imbuhnya. (RO/A-3)

*Tingkat kematian akibat virus korona di berbagai:

1. Italia = 1266 : 17660 = 7.169%
2. Indonesia = 5 : 96 = 5.20%
3. Iran = 514 : 11364 = 4.523%
4. Tiongkok = 3180 : 80945 = 3.929%
5. Jepang = 21 : 725 = 2.990%
6. Spanyol = 133 : 5232 = 2.542%
7. Perancis = 79 : 3667 = 2.154%
8. Amerika = 37 : 2034 = 1.819%
9. Belanda = 10 : 804 = 1.244%
10. Inggris = 8 : 801 = 0.999%
11. Swiss = 11 : 1139 = 0.966%
12. Korsel = 66 : 7169 = 0.921%
13. Belgia = 3 : 559 = 0.537%
14. Jerman = 8 : 3675 = 0.218%
15. Austria = 1 : 504 = 0.198%
16. Swedia = 1 : 814 = 0.123%
17. Norwegia = 1 : 996 = 0.100%
18. Denmark = 0 : 804 = 0.000% 

Baca Juga

ANTARA/AHMAD SUBAIDI

Demam Berdarah masih Harus Diwaspadai

👤Media Indonesia 🕔Rabu 01 April 2020, 02:30 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada pandemi covid-19, tapi juga tetap mewaspadai ancaman...
ANTARA/Arif Firmansyah

Langka, Penyandang Disabilitas Produksi Masker

👤Media Indonesia 🕔Rabu 01 April 2020, 01:00 WIB
Para penyandang disabilitas penerima manfaat (PM) di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya, Makassar,...
ANTARA /HARVIYAN PERDANA PUTRA

Dorong Keterbukaan untuk Putus Mata Rantai

👤Atikah Ishmah Wahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 00:30 WIB
Keterbukaan informasi pasien positif covid-19 dapat berguna untuk meningkatkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya