Sabtu 14 Maret 2020, 22:50 WIB

Cegah Penyebaran Korona, Pemkot Bogor Liburkan Sekolah Dua Pekan

Dede Susianti | Megapolitan
Cegah Penyebaran Korona, Pemkot Bogor Liburkan Sekolah Dua Pekan

MI/Dede Susianti
Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengumumkan pihaknya meliburkan sekolah 2 minggu

 

PEMERINTAH Kota Bogor memutuskan untuk meliburkan sekolah mulau dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama dua pekan untuk mencegah penularan virus korona Covid-19.

"Hasil rapat terakhir Disdik dan Dinkes dan arahan Walikota dan Wakil Walikota maka semua PAUD, SD, dan SMP serta pendidikan nonformal se-Kota Bogor diliburkan mulai tanggal 16 sampai 28 Maret 2020," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Fahrudin, Sabtu (14/3) malam.

Kepastian itu mengubah keputusan Pemkot Bogor beberapa jam sebelumnya yang masih akan mempertahankan masa studi siswa karena dirasa kondisi kesehatan di Kota Hujan itu masih aman.

Wakil Wali kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, perubahan keputusan itu mengikuti perkembangan seruan pemerintah pusat yang telah menetapkan virus korona Covid-19 sebagai bencana nasional.

"Barusan kita putuskan sambil tunggu putusan Gubernur Jawa Barat. Pemerintah juga baru umumkan bahwa penyebaran Covid-19 adalah bencana nasional. Itu salah satu alasannya," kata Dedie.

Baca juga : Cegah Penularan Covid-19. DPRD Dukung Anies Liburkan Sekolah

Secara resmi, Pemkot Bogor akan mengumumkan keputusan itu kepada satuan pendidikan dan masyarakat Bogor pada Minggu (15/3), bertepatan dengan sosialisasi virus korona di Stasiun Bogor.

"Besok diumumkan resminya di Stasiun KA jam 07.00-an. Sambil tunggu keputusan Gubernur Jawa Barat untuk tingkat SLTA karena SLTA di bawah kewenangan provinsi. Masa SD SMP libur SMA ngga,"ungkapnya.

Pemkot Bogor sejauh ini telah melakukan pemantauan terhadap 20 orang yang masuk dalam ODP (orang dalam pemantauan) berdasarkan laporan Dinkes maupun hoitline korona yang disediakan Pemkot.

"Nah darii 20 ODP yang sudah dimonitor selama 14 hari, Alhamdulillah ke 20-nya sehat. Jadi secara teknis belum ada warga Bogor yang suspek korona. Berbeda dengan Solo dan Depok," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Usul PSBB Disetujui Menkes, DKI Sibuk Susun SOP

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 07 April 2020, 15:37 WIB
Satpol PP akan dilibatkan di bidang penegakkan hukum meskipun pihaknya mengaku hanya bisa memberikan sanksi...
MI/Susanto

Anies Didesak Segera Terbitkan Landasan Hukum Kuat Soal PSBB

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 April 2020, 15:25 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Teguh P. Nugroho mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk menerbitkan landasan hukum pelaksanaan...
MI/BARRY FATHAHILLAH

​​​​​​​50 DPRD Depok Dinilai Tumpul Kemanusiaan saat Covid-19

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 07 April 2020, 14:55 WIB
Sebanyak 50 DPRD dinilainya lupa diri, padahal mereka bisa menjadi DPRD karena pilihan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya