Sabtu 14 Maret 2020, 17:59 WIB

Kementan Guyur Gula Pasir dan  Minyak Goreng di Jakarta

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Guyur Gula Pasir dan  Minyak Goreng di Jakarta

Istimewa
, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Gelar Pangan Murah (GPM).

 

MENCERMATI perkembangan harga gula dan minyak goreng yang cenderung meningkat, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Gelar Pangan Murah (GPM).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata gula pasir di Jakarta, Kamis  (12/3) sebesar Rp17.400 per kilogram. Harga ini lebih tinggi jika dibanding dengan harga rata-rata nasional yang mencapai Rp 16.450 per kilogram. 

Sedangkan harga minyak goreng, di Jakarta mencapai Rp13.750 per liter. Harga ini juga lebih tinggi jika dibanding dengan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp11.000 per liter.

Untuk merespons kondisi etrsebut, BKP bekerja sama dengan PT Food Station Tjipinang Jaya melaksanakan Gelar Pangan Murah (GPM) di 23 pasar, yaitu: Pasar Anyar Bahari, Pasar Baru Metro, Pasar Senen, Pasar Tanah Abang, Pasar Lenteng Agung, Pasar Jatinegara, Pasar Klender Ss, Pasar Kramat Jati, Pasar Minggu, Pasar Mampang, Pasar Gondangdia, Pasar Pluit, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Tomang Barat, Pasar Palmerah, Pasar Glodok, Pasar Tebet Barat, Pasar Rawa Badak, Pasar Cijantung, Pasar Johar Baru, Pasar Depok Jaya, TTIC Pasar Minggu, dan TTIC Bogor. 

Gelar Pangan Murah (GMP) akan kembali dilaksanakan di pasar-pasar wilayah Jakarta lainnya sampai tercapai penurunan harga.

Pada GPM kali ini Gula Pasir dibanderol Rp12.500 per kg dan Minyak Goreng Rp11.000 per pcs (900 mililiter). 

Dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (10/3) lalu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan, dalam situasi seperti ini semua elemen dan pemangku kepentingan harus turun tangan untuk memastikan pangan nasional aman dan terkendali dengan baik. Terlebih saat ini, perdagangan dunia melorot hingga di angka 17%.

"Sekali lagi, saya minta kita berjuang sama-sama melawan guncangan wabah korona yang kita hadapi ini, ketika terjadi kenaikan harga pangan kita berupaya keras hadir ditengah masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menambahkan,“Kita terus hadir di masyarakat dengan memberikan kemudahan akses pangan dengan memberikan harga yang wajar."

"Saat ini yang menjadi sorotan gula pasir dan minyak goreng. Kita lakukan GPM agar harga kedua komoditas tersebut terkendali,” ujar Agung.

Secara terpisah Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri menyampaikan,“Kegiatan GPM  Gula dan Minyak Goreng dilakukan dengan dukungan PT. Food Station Tjipinang dan PT. BPD Agro, Insya Allah akan terus dilakukan sampai tercapai harga jual yang wajar. Selanjutnya akan dimintakan dukungan importir untuk dapat menyediakan bahan baku untuk GPM ini,"

Dengan adanya GPM, antusiasme masyarakat sangat dirasakan, yang ditunjukkan dengan diserbunya mobil TTI oleh konsumen. 

Salah satu pengunjung Pasar Mampang Prapatan, Santo mengungkapkan, “GPM ini harus sering-sering dilakukan karena harga disini jauh lebih murah dari harga pasar saat ini”.

Saat ditemui di Pasar Lenteng Agung. Sutrisno mengatakan,"Harga gula dan minyak goreng yang dijual ini sangat membantu untuk usaha warung kopi dan gorengan kami, sehingga kami tidak menaikkan harga jual," ujarnya. (OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Potensi Sentimen Positif dari UU Cipta Kerja

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:14 WIB
Di kuartal IV, diprediksi tren pemulihan ini masih berpotensi terjadi, didukung oleh akselerasi penyerapan anggaran penanganan pandemi...
ANTARA/Nova Wahyudi

Faktor Eksternal Pengaruhi Rupiah Menguat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:59 WIB
Kesenjangan antara Partai Republik dan Partai Demokrat telah berkurang setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa ia bersedia...
dok uns

UU Cipta Kerja Sederhanakan Regulasi yang Mempersulit Sektor Ritel

👤RO/Micom 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:58 WIB
Deregulasi akan mengurangi celah korupsi berbentuk pungutan liar (pungli). Praktik kotor itu memengaruhi peningkatan ongkos...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya