Sabtu 14 Maret 2020, 17:15 WIB

Pasien RS Persahabatan Meninggal Hari Ini Negatif Korona

Indriyani Astuti | Humaniora
Pasien RS Persahabatan Meninggal Hari Ini Negatif Korona

Antara
Seorang petugas tengah melakukan persiapan pemeriksaan pasien korona

 

SATU pasien meninggal hari ini di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta pada hari ini (14/3) dinyatakan negatif dari virus Korona (covid-19).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan, keterangan tersebut dikofirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan yang keluar pada pukul 14.30.

"Negatif. Bukan covid-19," ucap Yuri, kepada media di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seusai konferensi pers satuan tugas percepatan penanganan virus Korona di Jakarta, Sabtu (14/3).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu juga mengonfirmasi bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dinyatakan belum positif terinfeksi Covid-19.

"Belum positif," tegasnya.

Berdasarkan data per Sabtu (14/3), Yuri mengatakan terdapat 96 kasus positif terinfeksi virus Korona di Indonesia atau ada 27 tambahan kasus baru sejak Jumat (13/3).

Sedangkan pasien meninggal ada lima sejauh ini dan disebabkan antara lain mempunyai faktor co-morbid atau punya penyakit bawaan sebelumnya sehingga memperburuk kondisi pasien Korona. Dari total jumlah kasus yang positif, Yuri menyampaikan terdapat delapan pasien yang dinyatakan sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit.

Hingga hari ini, Kementerian Kesehatan telah menerima spesimen atau sampel untuk diperiksa positif atau tidak virus Korona sebanyak 300 sampel. Terkait tenaga medis yang positif Korona, Yuri mengatakan ada tetapi jumlahnya belum diketahui pasti.

Disampaikannya penyebaran virus Korona telah meliputi sembilan daerah di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Tanggerang, Provinsi Banten, Solo dan Yogyakarta, Provinsi Bali, Kota Manado, Sulawesi Utara, dan Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Oleh karena penyebaran virus ini cukup cepat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakannya sebagai pandemi global, Yuri mengatakan pendekatan yang dilakukan pemerintah Indonesia berubah.

Strateginya dengan melakukan pendekatan komunitas, tidak lagi berbicara pada orang yang sakit tetapi mencegah masyarakat yang sehat supaya tidak tertular. Masyarakat diminta menjaga kesehatan. Selain itu, strategi lain ialah memutus penularan dan penyakit menular tersebut dengan melacak (tracing) dan menemukan orang-orang yang melakukan kontak langsung dari orang yang sudah dinyatakan positif Korona.

"Maka harus dilakukan kegiatan masif terintegrasi dan menggerakan semua komponen di masyarakat tanpa panik mencari dan menemukan, mengisolasi kasus positif," tukasnya. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

​​​​​​​Seruan Paskah, Kemenag Ajak Gereja Muliakan Kehidupan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 15:17 WIB
Kemenag telah mengeluarkan imbauan agar umat Kristen melaksanakan ibadah di rumah dengan memanfaatkan tekhnologi informasi atau...
MI/Mohamad Irfan

Istana: Revisi Perpres BPJS Kesehatan Masih Dibahas Kementerian

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 15:03 WIB
Landasan hukum yang baru dibutuhkan, menyusul keputusan Mahkamah Agung terkait pembatalan kenaikan iuran BPJS...
Ilustrasi

MUI Dukung Gelar Istihotsah dan Zikir Nasional

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 14:54 WIB
Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mendukung penyelenggaraan kegiatan Istighotsah dan Zikir Nasional untuk memohon doa kepada Allah SWT dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya