Sabtu 14 Maret 2020, 15:48 WIB

Positif Virus Beta Corona, Ratusan Kelelawar di Solo Dimusnahkan

Widjajadi | Nusantara
Positif Virus Beta Corona, Ratusan Kelelawar di Solo Dimusnahkan

MI/Widjajadi
Komunitas pedagang burung Pasar Burung Depok Solo memusnahkan kelelawar yang menjadi dagangan mereka, Sabtu (14/3).

 

SEDIKITNYA 192 ekor kelelawar di Pasar Burung Depok Solo dimusnahkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Solo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa, karena positif virus beta corona.

Kepastian itu setelah hasil uji lab sampel hewan kalong oleh Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) Bogor, menyebutkan, positif terinfeksi beta corona (bukan COVID-19).

Baca juga: Jawa Tengah Tambah 46 RS Untuk Back Up Pasien Korona

Pemusnahan ratusan hewan kalong ini dilakukan pada Sabtu ( 14/3) bersama anggota komunitas pedagang burung Pasar Depok Solo. "Ya pemusnahan ini setelah ada kepastin hasil uji lab sampel oleh BBPV Bogor.Hasil diketemukan virus beta corona," tandas Kabid Kesehata Heean dan Kesehatan Masarakat Veteriner Evi Nur Wulandari.

Baca juga: Universitas Brawijaya Klarifikasi Isu Korona Masuk Kampus

Ia memaparkan, virus beta corona tidak menular pada manusia, tetapi hanya menular pada hewan. Pemusnahan sebagai langkah antisipasi terhadap hewan yang bisa menjadi sumber penularan penyakit ini.

Baca juga: Jabar Siap Proaktif Tes Covid-19

Terlebih, lanjut Evi, Kota Solo sedang kejadian luar biasa (KLB) korona. Jadi meski virus beta corona yang ada di hewan kelelawar belum bisa menginfeksi ke manusia dan bukan merupakan Covid 19, tetap disarankan untuk dimusnahkan.

Baca juga: Tamu Wajib Diperiksa Suhu Tubuh Saat Masuk Lapas Kuala Simpang

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Jateng Titi Sudaryanti mengatakan, institusinya melarang pedagang berjualan kelelawar. "Pasar Burung Depok Solo merupakan terbesar yang menjual hewan kelelawar. BKSDA Jateng melarang pedagang berjualan," tegas Titi.

BKSDA Jateng membiarkan kelelawar di alam bebas. Yang dimusnahkan dengan cara dibakar khusus yang ditangkap dan dijual, karena dikhawatirkan terinfeksi virus beta corona. Pemusnahan dilakukan dengan membius terlebih dulu kelelawar di dalam kandang. "Baru kemudian dibakar," pungkas dia. (X-15)

Baca Juga

Antara

Polisi Razia Besar-besaran Kelompok Intoleran

👤Antara 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 17:40 WIB
Polisi menyisir satu per satu ke lokasi yang diidentifikasi sebagai lokasi kantong-kantong kelompok yang kerap melakukan tindakan sweeping,...
ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA

Libur Panjang, Le Eminence Hotel Puncak Ciloto Terisi 85%

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 17:17 WIB
Mayoritas tamu hotel didominasi wisatawan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Rata-rata mereka menginap kisaran 2-3...
MI/Januari Hutabarat

Telisik Izin Penebangan Kayu Pinus di Hutan Reboisasi Garoga

👤Januari Hutabarat 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 16:50 WIB
IZIN penenbangan kayu Pinus di Hutan Reboisasi Desa Simpangbolon Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, harus ditelisik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya