Sabtu 14 Maret 2020, 15:40 WIB

WHO Minta Tetapkan Darurat Korona, KSP: Tunggu Perkembangan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
WHO Minta Tetapkan Darurat Korona, KSP: Tunggu Perkembangan

Antara
Museum Keris yang ditutup sementara waktu di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/3/2020).

 

PEMERINTAH Indonesia belum memutuskan menjadikan pandemi virus korona (Covid-19) sebagai darurat nasional seperti arahan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan kita semua, Presiden juga memberikan apresiasi kepada banyak pihak termasuk pemerintah daerah melalui Kepala daerah yang banyak membuat rambu-rambu dan membuat protokol di daerah masing-masing untuk secara serius mencegah penyebaran virus korona," kata Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Deseminasi Informasi KSP Juri Ardiantoro dalam diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).

Baca juga: WHO Minta Jokowi Umumkan Darurat Nasional Akibat Covid-19

Termasuk, kata Juri, langkah-langkah bagaimana mengatasi jika virus ini mewabah atau menjangkiti warga di daerah-daerah yang bersangkutan. Artinya seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah termasuk pemerintah daerah ketika bekerja pada level yang tinggi untuk melakukan kewaspadaan terhadap wabah ini.

"Segera itu juga sudah pada level di mana kita semua mewaspadai tetapi untuk menjudge bahwa situasi ini sampai pada darurat, kita tunggu perkembangannya," sebutnya.

Baca juga: WHO Namakan Virus Korona Baru COVID-19

Dia menjelaskan, pemerintah telah menunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator gugus tugas percepatan penanganan. BNPB nantinya mengoordinasi seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dan seluruh resources yang diperlukan untuk secara maksimal bisa melakukan percepatan penanganan wabah ini.

"Jadi pada intinya adalah pemerintah ingin mengatakan kepada masyarakat, kita serius dan mampu serta punya sumber daya yang dimiliki untuk melakukan penanganan ini," sebutnya

Baca juga: Arab Saudi Hentikan Kunjungan Umrah, Garuda Cari Solusi

Terkait efektivitas, kata Juri, sebelumnya sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.
 
"Bisa ditangani melalui Inpres ini. Dan Inpres ini jelas menugaskan Kementerian lembaga dari Menko PMK, Kemenkes, Menko polhukam dan kementerian lain untuk bekerja menangani wabah ini. Jadi artinya pemerintah selama ini menganggap atau memandang kementerian lembaga yang ada bisa bekerja untuk secara fungsional seperti yang tadi misalnya apa istilahnya dari Komnas penanganan flu burung yang pernah ada pada masa sebelum," paparnya.

Kalau misalnya secara formal publik menuntut supaya ada kelembagaan yang formal dibentuk oleh pemerintah untuk mengintegrasikan seluruh koordinasi dan pengendalian penanganan virus covid-19, lanjut Juri, pemerintah membentuk Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dengan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 7 tahun 2020.
.
"Kalau kita lihat dari judul keppres itu penekanannya adalah pada percepatan percepatan penanganan covid-19. Karena memang selama ini mungkin banyak pihak juga mempertanyakan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah jadi konteks percepatan itu sebetulnya ini menunjukkan apa yang sudah, apa selama ini sudah dilakukan, dan apa yang seharusnya pemerintah lakukan untuk melakukan penanganan terhadap wabah ini. Jadi keppres adalah formalisasi dari apa yang seharusnya pemerintah harus lakukan ke depan," kata Juri. (X-15)

Baca Juga

Antara

UN Dihapus, Terbitlah AN

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:22 WIB
Kendati sepakat Ujian Nasional ( UN) dihapus, namun kesiapan pemerintah melalui Kemendikbud yang akan melaksanakan Asesmen Nasional ( AN)...
Ilustrasi

Hari ini Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 3.908 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:15 WIB
Hari ini pasien covid-19 yang sembuh di Indonesia menjadi 317.672 setelah ada penambahan sebanyak 3.908...
Ilustrasi

Ini Lima Fakta Gempa di Selatan Jawa Barat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:30 WIB
Gempa berkekuatan 5,6 yang mengguncang Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta pada hari Minggu (25/10) berdampak menyebabkan 29 rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya