Sabtu 14 Maret 2020, 13:56 WIB

Tiongkok Uji Terapi Plasma dan Stem Sel untuk Pasien Covid-19

Deri Dahuri | Internasional
Tiongkok Uji Terapi Plasma dan Stem Sel untuk Pasien Covid-19

Noel Celis / AFP
Pasangan menggunakan masker saat santai di sisi sungai Changjiang, Juijiang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok, Sabtu (14/3).

 

DI tengah perjuangan mencegah dan mengatasi pandemi Covid-19, pemerintah  Tiongkok terus melakukan penelitian untuk menemukan obat yang mengatasi infeksi Covid-19.

Zhang Xinmin, Direktur Sains dan Teknologi Pusat Biologi Tiongkok, mengatakan pihaknya sedang uji coba penyembuhan infeksi Covid-19 dengan plasma yang diambil dari darah pasien Covid-19 yang telah sembuh.

Penelitian dilakukan terhadap 11 pasien yang terinfeksi Covid-19. Hasil sementara cukup mengejutkan dan terjadi perubahan dan tak memiliki efek samping.

Tak hanya, sekitar 70 pasien Covid-19 di Shenzhen menunjukkan kemajuan positif setelah mendapat terapi Favipiravir, obat antivirus hasil eksperimen.

Baca juga : Virus Korona Telah Merambah ke Sejumlah Negara Afrika

Uji coba dilakukan terhadap 168 pasien Covid-19 dengan gejala yang parah hingga gejala ringan di Wuhan. Para pasien yang positif Covid-19 diberi Remdesivir, obat asal AS yang pernah diobati untuk pasien yang terinfeksi virus Ebola di negara Afrika .

"Kami berharap bisa menunjukkan hasil uji klinis kepada para staf medis garis depan secepat mungkin," kata Zhang kepada South China Morning Post, Sabtu (14/3).

Selain terapi plasma, pemerintah Tiongkok juga sedang melakukan peneltian dengan terapi stem sel.   

Zhou Qi, Deputi Sekretaris Jendaral Akademi Sains Tiongkok, mengatakan terapi dengan menggunakan stem sel dan obat rheumatologi yang bisa digunakan untuk mengatasi sindrom inflamasi sedang dilakukan.

Tak hanya itu, Zhang mengatakan para peneliti Tiongkok terbaik tengah mengembangkan berbagai jenis vaksin dan mulai diuji-cobakan kepada binatang.

Korban meninggal  capai 5.399 orang

Kendati diprediksi akan terjadi tren penurunan kasus virus korona tipe baru atau Covid-19 pada Mei 2020 mendatang, kasus baru Covid-19 masih terus bertambah.

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, hingga Sabtu (14/3), Tiongkok melaporkan 2.641 kasus baru. Dari jumlah kasus baru tersebut, sebanyak 846 orang yang terinfeksi kondisi cukup parah.

Jumlah korban meninggal tambahan di Tiongkok tercatat 143 orang. Dari laporan South China Morning Post, hingga Sabtu (14/3), jumlah total orang terinfeksi 80.824 orang dan total korban yang meninggal mencapai 3.189 orang.

Negara kedua kasus Covid-19 terbesar di dunia adalah Italia. Di Italia, tercatat 17.660 kasus dan sebanyak 1.266 orang meninggal. Iran menempati posisi ketiga kasus Covid-19 dengan 11.364 kasus dan sebanyak 514 orang dilaporkan meninggal.

Jika dari jumlah kasus, Korea Selatan (Korsel) menempati posisi ketiga. Di Korsel, tercatat 8.086 kasus dan korban meninggal 72. Sementara itu, Spanyol melaporkan 8.086 kasus dan korban meninggal mencapai 120 meninggal.

Di kawasan Eropa, Prancis juga menghadapi persoalan serius dengan Covid-19. Di negara tersebut, tercatat 3.661 kasus dan korban meninggal 79 orang.

Amerika Serikat (AS) juga tengah menghadapi wabah Covid-19. Di 'Negeri Paman Sam' dilaporkan 1.681 kasus jika termasuk yang masih suspect, sedangkan korban meninggal 41 orang.    

Secara global, korban infeksi Covid-19 terus menunjukkan kenaikan. Total kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 141.467 kasus dan korban meninggal telah mencapai 5.399 orang. Sebanyak 71.998 pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh. (South China Morning Post/OL-09)

 

Baca Juga

AFP/Martin BUREAU

Tunawisma yang Meninggal di Prancis Tetap Dikubur Secara Layak

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:25 WIB
Badan persaudaraan amal dari Saint Eloi di Bethune tetap melakukan pemakaman secara layak pada tunawisma di tengah wabah covid-19 yang...
Antaranews

149 WNI di Fiji Bebas Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:26 WIB
Di Fiji terdapat lima warganya terkena...
AFP/NARINDER NANU

Rawat Pasien Covid-19, Dokter di India Pakai Jas Hujan dan Helm

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:02 WIB
Kurangnya alat pelindung diri (APD) di India memaksa beberapa dokter di sana untuk menggunakan jas hujan dan helm sepeda motor saat merawat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya