Sabtu 14 Maret 2020, 11:51 WIB

Keberangkatan Jemaah Umrah Dampak Kebijakan Saudi Diutamakan

Siswantini Suryandari | Humaniora
Keberangkatan Jemaah Umrah Dampak Kebijakan Saudi Diutamakan

AFP
Arab Saudi sampai sekarang masih membekukan larangan umat muslim di seluruh dunia untuk melaksanakan umrah.

 

DIREKTUR Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim menegaskan bahwa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus memprioritaskan keberangkatan jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena terdampak kebijakan penutupan akses sementara ke Arab Saudi yang dikeluarkan pada 27 Februari 2020. Mereka yang terdampak, sebagian karena tertunda keberangkatan pada hari itu, sebagian lagi harus kembali saat transit di negara ketiga.

Kesepakatan ini dihasilkan dalam rapat koordinasi lanjutan untuk membahas teknis penanganan jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya. Rapat yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret di Kemenko PMK ini merupakan kelanjutan dari rakor sebelumnya di Kementerian Agama, 28 Februari lalu.

Rapat dipimpin Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim. Hadir, perwakilan dari empat Kementerian  (Kemenhub, Kemenlu, Kemenkes, Kemenkum HAM), lima asosiasi PPIU/PIHK, maskapai penerbangan, dan asoisiasi asuransi perjalanan ibadah umrah.

"Jemaah yang terdampak penundaan keberangkatan agar diberangkatkan pada kesempatan pertama saat dibukanya kembali akses masuk ke Saudi untuk ibadah umrah atau ziarah," tegas Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Sabtu (14/3).

"Kebijakan prioritas keberangkatan pertama ini tidak berlaku bagi paket Ramadhan dan periode 15-31 Desember 2020," sambungnya

Menurut Arfi, rakor lintas K/L dan pihak terkait juga membahas kebijakan dan mekanisme penjadwalan ulang, serta  refund tiket penerbangan. Mekanisme penjadwalan ulang akan diatur kemudian antara maskapai penerbangan dan PPIU.

"Rapat juga menyepakati kewajiban asuransi untuk merevisi masa pertanggungan jemaah umrah," tandasnya.

Kasubdit Pengawasan Umrah Noer Aliya Fitra menambahkan, kebijakan Saudi untuk menutup akses sementara masuk ke negaranya berdampak pada tertundanya keberangkatan jemaah. Saat ini, tercatat ada 2.393 jemaah Indonesia yang tertunda keberangkatan akibat kebijakan yang diterbitkan mendadak pada 27 Februari 2020. Mereka berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang diangkut oleh delapan maskapai penerbangan.

Di luar itu, tercatat 1.685 jemaah sempat tertahan di negara ketiga pada saat transit dan telah dipulangkan kembali ke Tanah Air.

"Sedangkan jemaah yang sudah terdata lunas biaya penyelenggaraan ibadah umrah di Siskopatuh per 4 Maret 2020 sebanyak 32.994 jemaah," ujar Nafit.

"Mereka awalnya terjadwal akan diberangkatkan dalam rentang 28 Februari sampai 31 Mei 2020," sambungnya.

baca juga: Sumber Kesalahan Data Penerima PBI BPJS Kesehatan Dari Daerah

Menurut Nafit, jika jemaah tersebut akan diberangkatkan secara bersamaan atau simultan, maka harus disediakan extra flight (setelah diterbitkan slot time dari Pemerintah Arab Saudi).

"Semua jemaah diberangkatkan tanpa ada biaya tambahan," tandasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok The Media Hotel & Tower

PT Savoria Sumbang Minuman Isotonik dan Masker ke The Media Hotel

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 18:16 WIB
Bantuan untuk tenaga medis dan relawan yang ada di hotel bintang lima itu diterima oleh Director The Media Hotel & Tower Rachmadi...
DOK PARTAI GOLKAR

Golkar Kembali Sumbang Alat Pencegahan Covid-19 Untuk Tangsel

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 17:13 WIB
Selain disinfektan, Golkar juga menyumbang 15 galon hand sanitizer untuk...
ANTARA FOTO/Moch Asim

Kebutuhan Ventilator di Indonesia Baru Terpenuhi Separuh

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 07 April 2020, 16:57 WIB
Saat ini jumlah ventilator di ruang ICU rumah sakit pemerintah (BUMN) baru mencapai 50%. Padahal kebutuhan ventilator untuk penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya