Sabtu 14 Maret 2020, 08:12 WIB

Gubernur dan Para Bupati di Bali Akan Lakukan Penyemprotan Massal

Arnoldus Dhae | Nusantara
Gubernur dan Para Bupati di Bali Akan Lakukan Penyemprotan Massal

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Sejumlah calon penumpang pesawat di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (13/2/2020).

 

GUBERNUR Bali I Wayan Koster dan para bupati dan walikota se-Bali akan turun langsung untuk memimpin penyemprotan desinfektan secara massal dan serentak di seluruh Bali.

"Penyemprotan dilaksanakan secara serentak pada jam yang sama yakni Minggu (15/3), pada pukul 08.00 Wita," ujar Ketua Satgas Penanggulangan Korona Bali yang juga Sekda Bali Dewa Made Indra, Sabtu (14/3).

Untuk lokasi dipersilahkan dipilih sendiri oleh masing-masing bupati dan walikota. Namun sebaiknya pilih di tempat keramaian, di titik yang biasa digunakan oleh umum, sarana publik, seperti di pelabuhan, terminal, taman kota, dan sebagainya. Sementara untuk Gubernur Bali I Wayan Koster akan memimpin penyemprotan massal di Pelabuhan Wisata atau Pelabuhan Penyeberangan di Pantai Matahari Terbit Sanur.

Menurut Ketua Satgas, para kepala daerah diminta untuk menjadi contoh bagi masyarakat untuk kebersihan lingkungan. Untuk itu kegiatan ini dilakukan di tempat umum. Mereka juga diminta untuk melakukan aksi nyata, mencuci tangan dan seterusnya, mengajak seluruh stakeholder terkait untuk ikut bersama-sama memerangi korona.

"Selain menjadi contoh dan teladan hidup sehat, juga Bali ingin menunjukan kepada masyarakat untuk tidak takut, tidak panik, tidak mudah percaya terhadap isu yang beredar yang sesungguhnya banyak hoaks. Hanya otoritas tertentu yang berbicara soal korona," ujarnya.

Hingga  per tanggal 13 Maret 2020, berbagai rumah sakit di Bali sudah menangani 64 pasien dalam pengawasan (kamar diisolasi). Dari 64 pasien tersebut, hasil laboratorium sudah keluar sebanyak 46 pasien yang dinyatakan negatif dan sudah sembuh.

Saat ini masih ada 17 pasien yang dirawat di beberapa Rumah Sakit di Bali, yang menunggu hasil laboratorium dari Litbangkes Jakarta. Semua Pasien tersebut dalam kondisi stabil dan baik. Memang ada satu pasien (perempuan) yang meninggal positif COVID-19, namun pasien tersebut memiliki penyakit bawaan yang berat (imported case) yaitu
diabetes, gangguan paru-paru, gangguan ginjal, dan hipertensi.

baca juga: Tujuh Guru Besar Menari Beksan Pitutur Jati

Beberapa hari terakhir juga banyak pemberitaan soal suami dari pasien ini juga dirawat dengan status pasien dalam pengawasan (kamar diisolasi), ternyata hasil laboratorium sudah keluar tanggal 13 Maret 2020, dengan hasil negatif. Padahal suaminya adalah orang terdekat dalam sentuhan terhadap istrinya yang meninggal. Hal ini menunjukkan bahwa COVID-19 tidak mesti menular pada pasien lain yang terdekat yang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

"Kami minta agar masyarakat lokal, nasional, dan internasional yang ada di Bali tidak usah khawatir, tidak panik, tetap tenang, dan waspada," ujarnya. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Mentan Pastikan Pupuk tidak Bermasalah Lagi

👤LN/SS/N-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 04:10 WIB
“Semua provinsi, kabupaten dan kota sudah dialokasikan. Sampai hari sudah direalisasikan 74,09% dan masih ada 24% lebih belum...
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Dana Dikurangi, Penanganan Bencana Tetap Jalan

👤RF/DG/LD/JS/MR/PO/N-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:22 WIB
“Dengan dana Rp12 miliar, tahun ini kita tetap bekerja, tetapi sebatas melakukan normalisasi dan pengerukan sungai,” kata...
Antara/Embong Salampessy

KKP Salurkan Bantuan 24 Ton Pakan Ikan ke Maluku Utara

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 00:31 WIB
Bantuan ini merupakan tahap awal dari total 122 ton pakan ikan mandiri, yang akan didistribusikan ke 10 provinsi di wilayah Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya