Sabtu 14 Maret 2020, 07:55 WIB

Gerak Cepat Atasi Virus Korona

Irvan Sihombing | Humaniora
Gerak Cepat Atasi Virus Korona

MI/ADAM DWI
Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan disinfektan di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin.

 

TERUS merebaknya wabah virus korona baru (covid-19) di Tanah Air mendorong pemerintah membentuk tim reaksi cepat atau gugus tugas percepatan penanganan covid-19. Tim itu akan bekerja sama dengan pihak terkait lainnya dalam menjaga masyarakat agar tetap sehat dan terhindar dari virus.

Presiden Joko Widodo menyebut tim itu akan membantu satuan tugas penanganan virus yang langsung dipimpinnya sendiri. Adapun  pemimpin tim reaksi cepat tersebut ialah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Mo­nardo.

“Tim tersebut dibantu dari intelijen BIN, Polri, dan TNI. Disiagakan di rumah sakit tipe A, tim bergerak setiap ada klaster baru,” kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin.

Kegiatan tim reaksi cepat, misalnya, menelusuri ketika ada laporan pasien diduga positif virus korona di RSUD Muwardi Solo yang meninggal.
Tugas lainnya, misalnya, memperkuat sinergi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Pembentukan tim itu sendiri tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 7 yang ditandatangani pada 13 Maret 2020.

Namun, menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, langkah pembentukan tim reaksi cepat lebih bersifat kuratif karena korban sudah berjatuhan. “Kalau mau kebijakan yang paling memungkinkan yaitu mengikuti saran WHO ke Indonesia supaya menahan diri bepergian hingga memprioritaskan kesehatan,” ujarnya kepada Media Indonesia.

Ajak pihak lain

Pemerintah kemarin mengumumkan 35 pasien baru yang positif mengidap virus korona. Itu merupakan jumlah kasus harian tertinggi sejak pengumuman kasus korona pertama pada 2 Maret. Dengan tambahan tersebut, total kasus covid-19 di Indonesia mencapai 69 orang. Adapun dua dari 35 pasien ialah balita yang tertular dari orangtua mereka.

Diumumkan juga tiga kasus kematian baru yaitu pasien nomor 35, 36, dan 50. Sebelumnya yang meninggal pasien nomor 25, sehingga total meninggal jadi empat orang. Adapun lima pasien dinyatakan sembuh yaitu nomor kasus 1, 3, 6, 14, dan 19.

Melihat pertumbuhan harian yang cukup tinggi, Achmad Yurianto selaku juru bicara terkait penanganan korona menyatakan pemerintah akan mengajak pihak lain untuk melakukan pengecekan spesimen mulai pekan depan. “Kita libatkan Universitas Airlangga, Eijkman Institute, serta beberapa tempat lain,” tuturnya.

Sejauh ini pemerintah belum memikirkan soal rencana lockdown atau penutupan kota. Presiden Jokowi yakin pusat dan daerah bersama kementerian/lembaga terkait masih mampu mengendalikan penyebaran virus. “Kita belum berpikir untuk lockdown,” ujar Jokowi.

Adapun Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak agar Indonesia fokus pada deteksi kasus virus dan pengujian laboratorium.

Dalam suratnya kepada Jokowi, Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga meminta adanya peningkatan mekanisme tanggap darurat, termasuk deklarasi darurat nasional. Lalu negara diminta mendidik publik secara aktif melalui komunikasi yang tepat dan mengajak keterlibatan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengumumkan penutupan destinasi tempat wisata di DKI Jakarta dalam dua minggu ke depan untuk mencegah penularan virus semakin meluas. (Tim Media/X-11)

 

Baca Juga

AFP/Christophe SIMON

Hari Ini, 50 Ribu Alat Tes Covid-19 Tiba dari Korsel

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
Alat tes Covid-19 itu berupa PCR diagnostic...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Pemerintah Diminta Fokus Jalankan PSBB

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 April 2020, 13:19 WIB
Salah, bila pemerintah menangani pandemi ini dengan menerbitkan kebijakan kedaruratan...
Istimewa

Selebritas, Influencer, VIU Dukung Tenaga Medis Atasi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 April 2020, 13:16 WIB
VIU menggandeng para selebritas dan influencer guna menggalang bantuan pengadaan APD bagi para tenaga medis yang berjuang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya