Jumat 13 Maret 2020, 23:01 WIB

Perokok Aktif Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Perokok Aktif Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Remaja merokok saat hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (6/9).

 

PEROKOK aktif lebih berisiko terinfeksi virus novel korona (Covid-19). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Amin Soebandrio.

Amin menyatakan, tubuh seorang perokok lebih banyak mengandung reseptor virus korona, sehingga memudahkan virus tersebut bereaksi dan menimbulkan penyakit. "Merokok meningkatkan peradangan DCs dan meningkatkan respon peradangan tubuh, dan mungkin berkontribusi terhadap terjadinya badai sitokin dalam tubuh pasien yang sakit berat," kata Amin di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Amin menjelaskan, setiap orang memiliki potensi terinfeksi virus. Namun begitu, sel dalam tubuh setiap orang juga memiliki kapasitas yang berbeda dalam menerima virus tersebut.

Adapun, dalam kasus Covid-19 sendiri, terdapat tiga sel yang menjadi reseptor virus tersebut, yakni sel ACE2, CD209, CLEC4M. "Kita lihat untuk perokok ACE2nya sangat signifikan menonjol, CD209-nya juga. Nah ini meningkat ekspresinya bagi orang-orang merokok. Pelabuhan virus tersebut semakin banyak. Sehingga berpontensi besar," tuturnya.

Sementara, pada tubuh orang yang tidak merokok, reseptor tersebut tidak menonjol sehingga virus akan sulit masuk.

Dalam kasus Covid-19, dikatakan Amin penderitanya kebanyakan berjenis kelamin laki-laki, perokok aktif, dan berusia lanjut. "Orang merokok itu rentan. Itu malah risikonya berlipat ganda. Tanpa Covid-19 saja sudah mengalami kerentanan di saluran napas. 80%-90% penderita kanker paru itu perokok Tapi itu efeknya jangka panjang. Covid-19 ini jangka pendek," tambah Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Feni Fitriani.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi rokok, dan segera berhenti merokok demi menjaga kualitas paru-paru. " Berhentilah merokok. Karena pada orang yang merokok reseptor untuk Covid-19 akan tersedia banyak, dosis banyak itulah yang memudahkan orang merokok lebih mudah sakit," tandasnya. (OL-12)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Pemerintah Terima Bantuan 80 Ton Alat Kesehatan

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 07 April 2020, 05:41 WIB
Bantuan itu terdiri dari 100 unit alat bantu pernapasan (ventilator), 75 ribu alat pelindung diri (APD), 75 ribu kaca mata pelindung, dan...
Dok. Instagram

Bima Arya Lahap Makanan Sehat

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 05:40 WIB
WALI Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, 47, berbagi kabar soal pengobatan yang dijalaninya lewat akun media...
AFP

Lorde Kembali Bernyanyi

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 05:05 WIB
PENYANYI asal Selandia Baru Ella Marija Lani Yelich-O’Connor atau biasa dikenal Lorde, 23, bersiap merilis musik baru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya