Jumat 13 Maret 2020, 21:34 WIB

Maret Festival Gembleng Siswa SMK Hadapi Revolusi Industri 4.0

Akhmad Safuan | Nusantara
Maret Festival Gembleng Siswa SMK Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dok. Marfest
Seniman Butet Kartaradjasa (kiri) berdialog dengan salah satu siswa SMK yang mengikuti Marfest di SMK RUS, Kudus.

 

MARET Festival (Marfest) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said Kudus, Jawa Tengah, membekali siswa SMK menghadapi revolusi industri 4.0. Ratusan siswa yang mengikuti Marfest ini digembleng oleh berbagai praktisi yang diundang yaitu mulai dari seniman, praktisi dunia hiburan, hingga komunikasi. Marfest berlangsung sejak Kamis (12/3) hingga Sabtu (14/3).

Melalui kegiatan Marfest ini para praktisi dari seniman hingga praktisi dunia hiburan serta komunikasi memberikan materi untuk menghadapi peluang masa depan yang cukup besar.

Festival ini menampilkan 12 tokoh lintas ilmu dan profesi serta menghelat sejumlah mata acara seperti Kelas Inspiratif, Pameran Karya, Peragaan Busana dan Musik. Seluruh rangkaian acara Marfest diselenggarakan di SMK Raden Umar Said Kudus, yang merupakan salah satu SMK binaan Djarum Foundation.

Seniman Butet Kartaredjasa seusai acara kepada Media Indonesia mengaku terkesan dengan para pelajar SMK yang dikenal sebagai sekolah animasi. Karena karya kreatif dan seni yang mereka miliki cukup luar biasa. Meski masih pelajar tetapi ilmu dan karya yang mereka hasilkan sudah cukup mumpuni.

Baca Juga: Siswa SMK di Kudus Siap Hadapi Industri 4.0

Hal serupa juga diungkapkan Aulia Marinto, VP Marketing Management IndiHome. Dia optimistis bahwa para lulusan SMK Raden Umar Said Kudus ini mempunyai prospek masa depan yang cemerlang. Karena dengan kemampuan yang mereka miliki, peluang mereka di pasar tenaga kerja sangat besar.

''Kita masih membutuhkan jutaan tenaga kerja dengan kemampuan seperti mereka, sedangkan sekolah ini hanya menghasilkan beberapa ratus orang setiap tahunnya,'' kata Aulia Marinto.

Dengan kemampuan kreativitas, inovasi serta motivasi yang dimilikipada 5-10 tahun ke depan mereka akan menjadi tulang punggung bangsa di bidang digital, lanjut Aulia Marinto. ''Mereka itu akan menjadi hulu dari usaha multimedia, sedangkan kita saat ini hanya pengguna (hilir) saja,'' imbuhnya.

Baca Juga: Belajar Membuat Animasi dengan Pelajar SMK

Selain dua pembicara di Marfest itu, ada pembicara berkompeten lain seperti Naya Anindita (sutradara), Bene Dion (penulis script), Daryl Wilson (CEO Kumata Studio), Chandra Endroputro (CEO Temotion-Tempo Animation), Aghi Narottama (Komposer Music Film), Mice Cartoon (Komikus), dan sederet nama lain di dunia seni dan kreatif seperti Mahesa Desaga, Eka Adrianie serta Mia Utari.

Program Associate Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengatakan diselenggarakannya Marfest ini menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada Revolusi Industri 4.0.

Para siswa SMK Raden Umar Said Kudusdiberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti Kelas Inspiratif. Siswa tidak hanya dibekali teori tetapi juga praktik yang langsung diberikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya, ujar Galuh.

Kelas Inspiratif bebas diikuti dan dipilih oleh siswasesuai dengan minat dan ketertarikannya. Hal ini selaras konsep merdeka belajar yang sudah diterapkan di SMK Raden Umar Said Kudus. Yakni para siswa bebas menentukan materi belajar sesuai dengan ketertarikannya.

''Di SMK Raden Umar Said Kudus, penerapan konsep merdeka belajar dimulai pada tahun kedua hingga ketiga, karena pada tahun pertama para siswa akan memperoleh pengetahuan umum tentang jurusannya,'' ungkap Galuh Paskamagma. ''Konsep Merdeka Belajar ini akan meningkatkan semangat belajar dan kreativitas siswa karena mereka belajar sesuai dengan passion,'' imbuhnya.

Penggagas Marfest Ita Sembiring mengungkapkan bahwa acara ini digagas untuk menyerukan merdeka belajar, sebuah paradigma baru yang mendorong kebebasan pada masing-masing institusi pendidikan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Otonomi ini, lanjut Ita, diyakini mampu menghasilkan inovasi dan memberdayakan peserta didik agar cepat adaptif dengan dunia kerja, sekaligus melalui event ini, membekali siswa ilmu bertahan hidup agar menjadi lulusan yang kompeten, terutama lagi paham harus berbuat apa ketika mereka sudah  menyelesaikan studinya. (AS/OL-10)

Baca Juga

Antara

Cirebon Mulai Panen Padi harga Cenderung Rendah

👤Nurul Hidayah 🕔Minggu 05 April 2020, 15:00 WIB
KUALITAS gabah bagus namun harganya saat ini justru kurang bagus. Rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani hanya sekitar...
Antara

Imbas Covid-19 Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

👤Yusuf Riaman 🕔Minggu 05 April 2020, 14:40 WIB
SEDIKITNYA 1.316 karyawan hotel di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa dirumahkan akibat merebaknya...
Ilustrasi/Media Indonesia

Dana Reses DPRD Bengkulu Rp6 Milar untuk Penanganan Covid-19

👤Marliansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
DPRD Provinsi Bengkulu sepakat mengalihkan dana reses atau kegiatan penjaringan aspirasi dari masyarakat untuk penanganan penyebaran wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya