Jumat 13 Maret 2020, 19:55 WIB

Pengamat Nilai Wacana Capres 2024 Prematur

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Pengamat Nilai Wacana Capres 2024 Prematur

Istimewa
Pengamat politik Edison Lapalelo

 

PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2024 masih lama pelaksanaannya. Namun, wacana pencalonan sejumlah nama untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini sudah mulai muncul, bahkan ketika kepemimpinan kedua Presiden Jokowi belum genap setahun.

Menanggapi situasi demikian,  pengamat politik Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo menganalogikan ke dalam  sebuah prediksi bahwa akan terjadi gerhana politik di Indonesia.

“Artinya bahwa Jokowi sebagai Presiden hari ini, itu menjadi energi yang  harus kita sebut Matahari. Dalam jeda waktu kepemimpinan Jokowi di periode kedua yang belum 1 tahun berjalan sudah muncul wacana-wacana bahkan rilis hasil survei diikuti oleh deklarasi mendukung tokoh tertentu untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden.  Tentunya, siapapun tokoh yang diwacanakan menjadi Capres dan Cawapres itu adalah bintang-bintang bahkan bulan yang lagi berotasi dalam energi yang kuat dari matahari yang hari ini adalah Jokowi. Inilah yang akan menimbulkan gerhana Politik di Indonesia.” ujar  Edison Lapalelo dalam keterangannya, Jumat (13/3)

Wacana lain seperti adanya kemungkinan Capres berasal dari kalangan non muslim dan sempat pula disinggung oleh Jokowi, Edison menyatakan jika hal itu tidak perlu dijadikan polemik.

“Saya kira tidak usah dipolemikan.  Jangan kita membersarkan hal yang sesungguhnya tanpa disebut Jokowipun di negara ini memberikan kesempatan bagi semua warga negara untuk menjadi presiden. Memang realitas politik  dari semenjak negara ini ada sampai sekarang ini belum ada presiden yang dari non muslim.” jelas Edison.

Terkait kepemimpinan non muslim dalam pemerintahan, Edison  lalu mencontohkan bagaimana sejarah telah membuktikan bahwa di Indonesia pernah ada seorang pejabat pemerintah dari kalangan non muslim yang terus menjabat berkali-kali.

“Johanes Leimena pernah dipercayakan 7 kali menjadi pejabat Presiden itu artinya bahwa di Republik Indonesia hak sebagai warga negara itu semuanya sama.” Imbuh Edison. 

Lantas soal wacana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang juga disiapkan beberapa pihak sebagai Capres 2024, serta Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang juga dideklarasikan oleh IMF untuk maju sebagai Capres-Cawapres 2024, Edison menilai jika hal itu terlalu cepat untuk diwacanakan. 

“Nah disinilah yang saya bilang tadi, baik Ahok, Erick Thohir dan Bahlil, beliau ini adalah bintang-bintang yang lagi bersinar terang dibawa Matahari yang namanya pak Jokowi.  Oleh karena itu bagi saya ini terlalu prematur dan terlalu dini untuk mambangun wacana seolah-olah bahwa beliau-beliau ini sangat impresif terhadap Capres dan Cawapres 2024," ungkapnya.

Menurut dia, seperti  Ahok yang baru dipercayakan menjadi Komisaris Utama di Pertamina dan disampaikan lagi menjadi kandidat kuat Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru. Jangan terlalu cepat berwacana bahwa Ahok disiapkan menjadi Capres. Sebab bisa menimbulkan lagi perbedaan pendapat yang cukup tajam. Sudah cukup lihat belahan yang cukup besar akibat fenomena Ahok.

"Biarkanlah Ahok bekerja dulu. Buktikan lagi kepada bangsa ini bahwa dia memang pantas berada pada posisi yang dipercayakan hari ini.  Kalau terkait dengan Erick Thohir dan Bahlil, saya kira dua tokoh muda ini adalah bintang-bintang yang lagi bersinar oleh karena itu mari kita memberi suport kepada beliau-beliau untuk fokus pada tugas dan kerja mereka sebagai menteri-menteri yang dipercayakan oleh Jokowi," tandasnya. (OL-13)

 

Baca Juga

dok. Polri

Tokoh KAMI Ahmad Yani Belum Dipanggil, Tergantung Penyidik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:42 WIB
Sebelumnya, Ahmad Yani mengatakan bahwa ada upaya dari penyidik Bareskrim Polri untuk melakukan penangkapan terhadap dirinya pada Senin...
Ilustrasi

KPK Eksekusi Penyuap Kepala LP Sukamiskin

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:34 WIB
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Direktur Utama PT Gloria Karsa Abadi, Radian Azhar, yang sudah divonis bersalah...
Antara

Penanganan Covid-19 di Indonesia Semakin Baik

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:17 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan data terakhir terkait penanganan pandemi covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya