Jumat 13 Maret 2020, 19:48 WIB

RSPI Sulianti Kekurangan Tenaga Medis dan Alat Pelindung

Atalya Puspa | Humaniora
RSPI Sulianti Kekurangan Tenaga Medis dan Alat Pelindung

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Petugas kesehatan RSPI Sulianti Saroso menggunakan alat pelindung diri saat mengevakuasi pasien covid-19.

 

DIREKTUR Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengaku kewalahan menangani kasus novel korona virus (Covid-19) yang kini semakin meluas di Indonesia. Dirinya menyebut, sebagai salah satu RS rujukan, pihaknya mengaku kekurangan tenaga kesehatan dan alat pelindung diri (APD) untuk menangani pasien Covid-19.

"Tidak cukup hanya dengan RS rujukan saja. Kami sangat terbatas. Ini sudah masuk kewaspadaan pandemi. Suasana ini sudah sangat panik, juga mulai pada tenaga kesehatan. Tapi masalahnya, tenaga kesehatan gak cukup. Kita butuh tambahan perawat, doker, APD. Uang ada tapi barang gak ada," kata Syahril di Jakarta, Jumat (13/3).

Untuk menyiasati kurangnya tenaga keaehatan, pihaknya akan menerima bantuan dari Rumah Sakit lain.

Sementara itu, untuk masalah kekurangan APD, Syahril menyebut hingga saat ini pihaknya masih memiliki stok untuk jangka waktu satu bulan ke depan. Untuk itu, dirinya meminta agar Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) memerhatikan hal tersebut dan mengkoordinasikannya kepada pemerintah.

"Kita juga minta bantuan dari PERSI, untuk mengkoordinasikan pasien yang sudah keluar di RSPI. Di lapangan gak mudah. Tenaga dan sarana yang lain," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Persi Koentjoro Adi Purjanto menyatakan, pihaknya meyakini seluruh RS di Indonesia telah siap melakukan penanganan Covid-19. Di luar 132 RS rujukan, seluruh RS disebutnya telah memiliki ruang isolasi sendiri.

Siap. Saya yakin semuanya siap. Indikatornya tentu, setiap RS yang sudah melakukan akreditasi, terukur busa melakukan pencegahan infeksi. Semua RS punya ruang isolasi meskipun gak bertekanan negatif," kata Koentjoro.

Di samping itu, mengenai terbatasnya APD, pihaknya menyebut pemerintah saat ini sedang mengupayakan agar semua RS terpenuhi kebutuhannya, mulai dari mengimpor bahan baku APD dari luar Tiongkok, hingga melakukan pelarangan ekspor produk dalam negeri.

"Nah, ini sedang diupayakan. Bahan bakunya gak dari Tiongkok. Ini kan perang. Secepat-cepatnya harus kita lakukan. Selain itu diberikan juga imbauan untuk tidak mengeakpor produk dalam negeri, supaya kebutuhan cukup," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hadapi Covid-19, Pengadaan Alat Pelindung Diri Semakin Digenjot

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:27 WIB
Di sisi lain, pemerintah telah melakukan pengadaan 191.666 set APD dan didistribusikan ke seluruh provinsi serta rumah sakit yang...
MI/Susanto

Keputusan Larangan Mudik Tunggu Presiden

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:20 WIB
Berdasarkan Ratas tentang Antisipasi Mudik Lebaran 2020 yang dipimpin Presiden, pemerintah masih akan melakukan kajian dampak ekonomi jika...
Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Kriteria Jalur Prestasi dalam PPDB harus Jelas

👤Atikah Iswahyuni 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:10 WIB
Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus menetapkan definisi dari prestasi yang dimaksud, apakah akademik atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya