Jumat 13 Maret 2020, 18:34 WIB

Tak Punya BPJS, Korban DBD di Belu Takut Berobat Hingga Meninggal

Palce Amalo | Nusantara
Tak Punya BPJS, Korban DBD di Belu Takut Berobat Hingga Meninggal

MI/IDEP
Ilustrasi fogging.

 

Bupati Belu Wily Lay mengatakan sebanyak lima warganya meninggal akibat demam berdarah (DBD) sejak Januari hingga Jumat (13/3). Para korban yang meninggal rata-rata berusia di bawah 10 tahun.

Menurut Wily, salah satu penyebab jatuhnya korban jika akibat DBD ialah warga tidak memiliki uang untuk berobat ke rumah sakit. Mereka juga tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Masyarakat takut datang ke rumah sakit karena tidak punya BPJS dan tidak mampu," ujarnya saat dihubungi lewat telepon di Atambua, ibu kota
Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Kerawanan DBD Tidak Kalah Dibanding Korona

Akibatnya, penderita DBD baru dilarikan ke rumah sakit saat kondisinya kritis, yang mengakibatkan nyawa pasien tidak dapat diselamatkan.

Wily mengaku sempat menjenguk pasien DBD di RSUD Atambua pada Kamis (12/3). "Pas saya datang dia putus napas. Kita sedih sekali," ujarnya.
Korban meninggal bernama Maria dan merupakan pasien meninggal ke-5 di Belu.

Terkait hal itu, Wily langsung mengeluarkan edaran kepada seluruh kepala desa, lurah, camat dan instansi lainnya untuk membawa warga yang menderita demam ke puskesmas atau rumah sakit.

Selain itu, seluruh pasien DBD yang dirawat di seluruh fasilitas kesehatan digratiskan. "Tidak usaha bayar supaya masyarakat yang sakit tidak takut datang ke rumah sakit," jelasnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Temanggung, Satu Bocah Meninggal Dunia

Menurutnya kasus DBD di Belu sudah bisa ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) namun pemerintah daerah masih berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan NTT. "Saya lebih senang KLB sehingga penanganannya lebih cepat dan terkendali, dan bisa minta bantuan dari pemerintah pusat," ujarnya.

Saat ini, tambah Wily, pemerintah daerah sedang minta bantuan peralatan fogging ke pemerintah provinsi, serta terus menerus membersihkan
lingkungan terutama sampah plastik yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue. Bertambahnya korban
meninggal DBD di Belu, menambah jumlah korban DBD di NTT dari sebelumnya 38 menjadi 39 orang. (PO/OL-10)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Jalani Rapid Test, 30 Dokter di Sikka Nonreaktif

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:35 WIB
Sebanyak 30 dokter yang selama ini menangani pasien positif virus covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur telah menjalani rapid...
MI/Bary Fathahilah

Tidak Pakai Masker di Tuban Dihukum Menyapu Jalan

👤Ahmad Yakub 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:25 WIB
Pemkab Tuban, Jawa Timur, memberikan sanksi tegas bagi warga yang tertangkap tangan melanggar protokol...
ANTARA/SYAIFUL ARIF

Lamongan Siap Membuka Obyek Wisata

👤M Yakub 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:20 WIB
Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli mengatakan siap membuka sejumlah tempat wisata di wilayahnya dengan mempertimbangkan protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya