Jumat 13 Maret 2020, 17:44 WIB

KPK Lelang Tas Balenciaga Hingga Jam Rolex Sitaan Korupsi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Lelang Tas Balenciaga Hingga Jam Rolex Sitaan Korupsi

MI/Susanto
Ilustrasi proses lelang barang hasil sitaan kasus korupsi di Gedung KPK.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar lelang barang sitaan dari terpidana kasus korupsi. Sejumlah barang mewah yang dilelang merupakan milik terpidana mantan Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip, dan eks Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Sudirno.

"Ini dalam rangka memaksimalkan pemasukan bagi kas negara, yang bersumber dari hasil barang rampasan. KPK melaksanakan lelang barang-barang milik terpidana," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (13/3).

Baca juga: Ini Dia, Tiga Mobil Mewah yang Dilelang KPK

Sejumlah barang yang dilelang, yaitu tas merek Balenciaga dengan nilai limit Rp 90,6 juta, satu tas wanita bermerek Chanel dengan nilai limit Rp 50,8 juta, dan satu jam tangan perempuan merek Rolex berwarna emas dengan nilai limit Rp 100,7 juta.

Selain itu, KPK juga melelang perhiasan satu set anting emas putih bermata berlian dengan nilai limit Rp 26,2 juta. Berikut, sebuah cincin emas putih dilengkapi tiga buah berlian nilai limit Rp 44,1 juta.

"Pelaksanaan lelang eksekusi barang rampasan tersebut melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III," imbuh Ali.

Baca juga: Kejaksaan Lelang Barang Sitaan First Travel

Berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 92/Pid.Sus-TPK/2019/JKT.PST pada 9 Desember 2019, Sri Wahyumi Maria Manalip divonis 4,5 tahun penjara. Majelis hakim juga mencabut hak politik Sri Wahyumi selama 5 tahun.

Dalam perkara itu, Sri Wahyumi terbukti menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo melalui orang kepercayaannya Benhur Lalenoh, terkait revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo di Kabupaten Kepulauan Talaud pada 2019.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang Nomor: 56/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Tipikor.Smg pada 9 Oktober 2019, Sudirno divonis 5 tahun penjara. Dalam hal ini, terkait kasus suap pengadaan buku dan laboratorium, serta pekerjaan fisik pada Dinas Pendidikan Pemkab Klaten.(OL-11)

 

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

Yasonna Tuding Penolak Pembebasan Napi Tumpul Rasa Kemanusiaan

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 10:09 WIB
Menurut Yasonna, kritik tersebut lebih banyak berimajinasi dan...
MI/MOHAMAD IRFAN

Mahfud Pastikan Koruptor Bisa Physical Distancing di Lapas

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 10:00 WIB
"Pelaku tindak pidana korupsi itu tidak uyuk-uyukan (berjubel) juga sih, tempatnya sudah luas, sudah bisa melakukan physical...
Dok Metro TV

Perppu Pilkada Bagus jika Terbit Akhir Mei

👤Van/Cah/Pro/Uta/P-1 🕔Minggu 05 April 2020, 08:50 WIB
Jika ingin menunda lagi, apalagi menunda seluruh tahapan pilkada, KPU membutuhkan landasan hukum yang kuat. Oleh karena itu, perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya