Jumat 13 Maret 2020, 16:52 WIB

DPR Minta Pemerintah Kaji Opsi Lockdown

Putri Rosmalia Octaviyani | Humaniora
DPR Minta Pemerintah Kaji Opsi Lockdown

ADAM DWI / MI
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan disinfektan di area masjid Istiqlal, Jakarta, hari ini.

 

PEMERINTAH sebaiknya menyiapkan langkah konkrit untuk mencegah penyebaran Covid-19 termasuk kemungkinan menerapkan kebijakan lockdown.

"Beberapa negara cepat tanggap menjalankan opsi kebijakan hingga Lockdown. Sebaiknya pemerintah melakukan kajiannya dari sekarang soal opsi lockdown itu," ungkap Fadholi, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem dalam keterangannya, Jumat, (13/3).

Meskipun pemerintah belum berencana untuk mengambil opsi Lockdown, kata Fadholi, justru kajian terkait protokol lockdown harus dilakukan dari sekarang. Itu untuk memastikan aparat dan masyarakat siap dengan protokol tersebut, sehingga Lockdown berjalan dengan efektif dan tidak malah mengeskalasi penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai malah timbul kekacauan pada saat protokol Lockdown dijalankan," kata Fadholi.

Sebagaimana diketahui di beberapa negara yang terdampak Covid-19 telah menerapkan protokol Lockdown untuk mencegah penyebaran lebih parah. Selain Cina, Pemerintah Italia, Filipina, Irlandia dan Denmark sudah menerapkan protokol Lockdown meskipun dengan cakupan yang berbeda.

Baca juga: Selama Lockdown, Warga Italia Diberi Akses Nonton Film Porno

Amerika Serikat sendiri saat ini, walaupun belum menjalankan Lockdown, sudah ada kebijakan untuk membatasi ruang gerak publik dengan menghentikan sementara Liga Basket NBA, dan menghentikan seluruh penerbangan dari Eropa.

"Pembatasan ruang publik ini menjadi langkah awal sebelum menerapkan protokol Lockdown dimana pergerakan manusia mulai dibatasi dari anak sekolah, hingga pegawai kantor yang disarankan bekerja dari rumah, sehingga akan meminimalkan potensi penyebaran Covid-19 ini," ujarnya.

Meski begitu, Fadholi mengapresiasi pemerintah yang tanggap dalam menginformasikan perkembangan Covid-19.

"Namun perlu diingat, informasi perkembangan itu sendiri juga dapat membuat masyarakat panik, lebih baik segera dikaji protokol Lockdown sebelum terlambat agar implementasinya menjadi matang," ungkapnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Pakar Virologi: Garda Depan Tangani Covid-19 bukan Tenaga Medis

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:13 WIB
Tenaga medis dan pemerintah justru merupakan garda...
AFP/LIONEL BONAVENTURE

TikTok akan Sumbang US$250 Juta untuk Perangi Covid-19

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 22:50 WIB
TikTok mengikuti langkah beberapa perusahaan teknologi yang telah menyumbangkan dana untuk memerangi...
Dok. Softex Indonesia

Confidence Donasikan 10 Ribu Popok Dewasa untuk Tangani Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 22:44 WIB
Bantuan itu juga sebagai wujud solidaritas kemanusiaan terhadap petugas medis yang jadi garda terdepan dalam penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya