Jumat 13 Maret 2020, 16:09 WIB

Lawan Korona, Pemerintah Siap Kucurkan Anggaran Rp 1 Triliun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Lawan Korona, Pemerintah Siap Kucurkan Anggaran Rp 1 Triliun

MI/Bary Fatahilah
Spanduk bertuliskan COVID-19 Can't Stop Me! terpasang di jembatan penyeberangan orang (JPO) Margonda, Depok.

 

PEMERINTAH melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap menggelontorkan anggaran kesehatan sebesar Rp 1 triliun untuk menangani penyebaran virus korona (COVID-19).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan anggaran tersebut dapat digunakan untuk mencari vaksin antivirus korona, kebutuhan logistik perlindungan diri, mobilisasi tenaga kerja kesehatan, penanganan pasien di rumah sakit, hingga pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan.

Baca juga: Ini 3 Kriteria Penanganan Pasien Dugaan Virus Korona di Indonesia

"Ini kita perkiraan (anggaran) dekati Rp 1 triliun. Kita sudah sediakan untuk Kementerian Kesehatan," ujar Ani, sapaan akrabnya,  dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3).

Lebih lanjut, Ani mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan 132 rumah sakit rujukan dan memberi edukasi terhadap tenaga kesehatan dalam menghadapi virus korona. Penjagaan di 135 pintu masuk Indonesia juga telah diperketat untuk mencegah penyebaran virus mematikan.

"Kami dari Kemenkeu akan mendukung kebutuhan anggarannya. Mulai dari pengawasan di pelabuhan, perawatan terhadap 34 pasien positif COVID-19 di rumah sakit rujuan, seperti RSPI Sulianti Suroso dan RS Persahabatan. Kebutuhan anggaran untuk tracking orang-orang yang kontak langsung," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Baca juga: Jangan Takut dengan Korona, Probabilitas Sembuh 97%

"Ini penanganan dari kesehatan di mana aspek dukungan Kemenkeu, baik melalui anggaran maupun Ditjen Bea Cukai, yang ikut dalam pelaksanaan. Terutama pintu masuk dan barang masuk, khususnya alat-alat medis yang dibutuhkan," sambung Ani.

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan pihaknya akan melarang ekspor produk masker dalam beberapa waktu ke depan. Menurutnya, kebutuhan masker domestik harus diprioritaskan.

"Kita akan terbitkan lartas (larangan dan pembatasan) produk masker untuk menjamin kebutuhan dalam negeri dan larangan ekspor. Ini disesuaikan sampai kebutuhan cukup. Kalau lebih, kami akan sesuaikan lagi," tukas Agus.(OL-11)

Baca Juga

Istimewa

Mumpung Di Rumah Saja, Saatnya Mengasah Kemampuan Berbisnis

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 08:22 WIB
Danar mengajak para pelaku UMKM, terutama kaum milenial yang saat ini sedang terdampak usahanya untuk memanfaatkan platform online...
MI/TRI SUBARKAH

Aduh, Ini mah Malah Tambah Penyakit

👤Tri Subarkah/X-7 🕔Selasa 07 April 2020, 07:20 WIB
Para pasien beserta pendamping mereka antre proses screening saat berobat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta,...
Ebet

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Demensia

👤Daily Mail/Nur/X-3 🕔Selasa 07 April 2020, 06:20 WIB
Kami dapat menemukan 364 kasus demensia. Kami mengamati bahwa mereka yang menderita demensia terpapar pada tingkat polusi udara yang lebih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya