Jumat 13 Maret 2020, 09:45 WIB

Pesangon 2000 Euro Bagi Imigran di Yunani Kembali Ke Negaranya

Nur Aivanni | Internasional
Pesangon 2000 Euro Bagi Imigran di Yunani Kembali Ke Negaranya

AFP
Tujuh negara Uni Eropa menyetujui untuk menutup arus pengungsi di Yunani, dan memberi pesangon kepada mereka agar pulang ke negaranya.

 

UNI Eropa (UE) akan memberikan €2.000  atau $2.225 kepada masing-masing imigran di kamp-kamp yang penuh sesak di Yunani, untuk  bersedia untuk kembali ke negara asal mereka. Komisaris urusan Dalam Negeri UE, Ylva Johansson mengumumkan skema tersebut di Athena pada Kamis (12/3) yang telah disepakati oleh pemerintah Yunani.

Dia mengatakan hal tersebut hanya sementara, terbuka untuk satu bulan saja. Dan hanya untuk imigran yang tiba sebelum 1 Januari. Dia mengatakan ada 5.000 imigran yang memenuhi syarat untuk kembali ke negara asal secara sukarela.

Bulan ini, ratusan imigran dan pengungsi dengan kapal telah mencapai pulau-pulau Yunani di dekat Turki. Kamp-kamp di pulau tersebut sudah dihuni hampir 42.000 pencari suaka, meskipun kamp-kamp tersebut dirancang untuk sekitar 6.000 orang. Badan bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF), yang bekerja di pulau-pulau itu, mengatakan lebih dari 14.000 imigran adalah anak-anak.

"Pria, perempuan dan anak-anak hidup dalam kondisi yang mengerikan di tempat yang penuh sesak ini. Dalam ketakutan yang terus menerus dan dengan akses yang sangat mendasar ke layanan seperti toilet, pancuran, listrik," kata Stephan Oberreit, kepala misi MSF di Yunani, dikutip dari BBC, Kamis (12/3).

"Tim kami di klinik di seberang kamp Moria menerima sekitar 70 anak per hari, termasuk anak-anak yang menderita penyakit kronis. Kami tidak dapat memberikan perawatan yang layak," tambahnya.

Komisaris urusan Dalam Negeri UE Ylva Johansson mengatakan tujuh negara anggota UE telah setuju untuk menampung setidaknya 1.600 anak-anak yang tidak didampingi dari kamp-kamp, yang dipandang sangat rentan.

Para imigran adalah warga Suriah yang melarikan diri dari perang saudara, tetapi ada juga warga Afghanistan, Pakistan, dan Afrika Barat. Tidak jelas berapa banyak yang akan memenuhi syarat untuk status pengungsi.Badan-badan bantuan menganggap Suriah terlalu berbahaya bagi para imigran untuk dikirim kembali ke sana. Tetapi beberapa negara asal lainnya, seperti Pakistan, dianggap cukup aman.

Juru bicara Oxfam bidang migrasi UE, Florian Oel menilai semua pemerintah Uni Eropa telah menghindari tanggung jawab mereka atas krisis imigran, bukan hanya Yunani. Dia mengatakan situasinya tetap sangat buruk sejak 2016, ketika Turki menandatangani perjanjian dengan UE untuk menghentikan aliran imigran yang jauh lebih besar ke Eropa.

baca juga: Duterte Umumkan Penguncian Manila Untuk Cegah Penyebaran Korona

"Mitra Uni Eropa harus berbagi tanggung jawab bagi mereka yang datang, itu berarti negara harus menampung pengungsi ke negara mereka sendiri dan melakukan prosedur suaka di sana. Mereka harus menyetujui aturan permanen," terangnya.

Namun, ia menyambut pengumuman Uni Eropa mengenai penampungan bagi anak-anak yang tidak didampingi sebagai langkah awal yang baik. Peningkatan jumlah imigran terbaru di perbatasan Yunani terjadi setelah Turki mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menghentikan mereka yang mencoba memasuki Yunani. (BBC/OL-3)

 

Baca Juga

AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

Kunjungi Tiongkok, WHO Diharap Bisa Buka Data Penelitian Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 12 Juli 2020, 16:30 WIB
Ilmuwan di negara lain menyebut Tiongkok belum membuka secara transparan hasil penelitian terkait...
AFP/Jack Guez

Warga Israel Protes Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 12 Juli 2020, 15:48 WIB
Pengangguran di Israel melonjak hingga 21% sejak negara memberlakukan lockdown sebagian pada Maret dan paket bantuan yang dijanjikan oleh...
getty Image/AFP

Mengenang Genosida 8.000 Muslim Bosnia oleh Tentara Serbia

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 12 Juli 2020, 15:38 WIB
Saat itu, setelah menguasai wilayah Srebrenica, Bosnia, pasukan militer Serbia menangkap dan membantai secara keji sekitar 8.000 pria dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya