Jumat 13 Maret 2020, 08:00 WIB

Seribu Rumah Luluh Lantak karena Gempa

Benny Bastiandy | Humaniora
Seribu Rumah Luluh Lantak karena Gempa

BMKG/BNPB/Dokumentasi MI
Gempa Besar yang Pernah Mengguncang Pulau Jawa

 

GEMPA tektonik bermagnitudo 5,1 yang mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pukul 17.18 WIB, Selasa (10/3), terbukti merusak. Seribu rumah warga di Sukabumi dan Bogor porak- poranda akibat gempa yang dipicu aktivitas sesar aktif itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi Asep Suherman mengatakan, sebanyak 465 rumah dan 19 bangunan seperti sekolah dan musala di 6 kecamatan rusak karena gempa. Kerusakan rumah bervariasi, terdiri dari 60 rumah rusak berat, 150 rumah rusak sedang, dan 255 rumah rusak ringan.

"Sedangkan jumlah warga yang terdampak sebanyak 547 kepala keluarga atau 1.032 jiwa. Itu data sementara yang kami kumpulkan. Wilayah yang paling parah terdampak gempa berada di Kalapanunggal dan Kabandungan," terang Asep, kemarin.

Gempa Sukabumi terdeteksi di darat, berlokasi di wilayah Kecamatan Kalapanunggal. Hasil analisis peta tingkat guncangan gempa yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan warna kuning di zona pusat gempa, artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VI MMI atau merusak.

Kerusakan yang tak kalah masif juga dirasakan warga 7 desa di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Ketujuh desa itu, yakni Ciasmara, Ciasihan, Purwabakti, Cibunian, Gunung Bunder 1, Pasarean, dan Cibitung Kulon.

"Totalnya ada 644 rumah yang rusak. Tadi saya datang ke lokasi yang terdampak gempa. Hari ini mereka masih takut. Tapi saya sarankan kalau merasa aman, kembali lagi ke rumah," kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Sebelumnya, warga mengaku hampir setiap hari merasakan getaran kecil, pascagempa Pandeglang pada 2019. "Warga merasakan gempa itu setiap hari. Ada yang sampai 18 kali. Kami minta pemerintah pusat mengkajinya."

Bangunan tahan gempa

Pascagempa Sukabumi, BMKG tidak mencatat adanya gempa susulan. Saat ini, tim Survei Makroseismik yang diterjunkan BMKG ke Sukabumi masih terus berkerja untuk memetakan sesar aktif dan sebaran dampak kerusakan bangunan di wilayah tersebut.

"Hasilnya baru kita ketahui seminggu lagi," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kepada Media Indonesia.

Setelah Sukabumi, rentetan gempa juga melanda sejumlah daerah di Pulau Jawa, pada Rabu (11/3) malam di Kabupaten Purwakarta dengan magnitudo 3,7, dan Kamis (12/3) sore di selatan Pulau Jawa magnitudo 5,1. Guncangan gempa di Purwakarta terasa hingga ke Kabupaten Bandung Barat, dan menyebabkan dua rumah warga rusak.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyebutkan, gempa di Purwakarta ialah gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif Cirata di Waduk Cirata. "Wilayah antara Cianjur dan Purwakarta termasuk daerah rawan gempa. Sejarah gempa merusak yang pernah terjadi di wilayah ini ialah Gempa Cianjur 1834 dan Gempa Purwakarta 1862." (DD/Fer/RZ/DG/H-2)

Baca Juga

MI/Susanto

Keputusan Larangan Mudik Tunggu Presiden

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:20 WIB
Berdasarkan Ratas tentang Antisipasi Mudik Lebaran 2020 yang dipimpin Presiden, pemerintah masih akan melakukan kajian dampak ekonomi jika...
Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Kriteria Jalur Prestasi dalam PPDB harus Jelas

👤Atikah Iswahyuni 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:10 WIB
Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus menetapkan definisi dari prestasi yang dimaksud, apakah akademik atau...
Shutterstock/Medcom

Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Kurangi Konsumsi Gula

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 18:58 WIB
Bukan hanya meningkatkan kecemasan dan risiko obesitas, namun melansir dari situs Huff Post, gula yang terlalu tinggi pada tubuh dapat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya