Jumat 13 Maret 2020, 07:05 WIB

Presiden Sarankan Ekstensifikasi Lahan

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden Sarankan Ekstensifikasi Lahan

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
Presiden Joko Widodo memberi salam seusai membuka Asian Agriculture and Food Forum 2020 di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

 

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan upaya peningkatan produksi padi melalui perluasan lahan atau ekstensifikasi masih sangat mungkin dilakukan di Indonesia. Ada banyak daerah yang memiliki lahan potensial untuk diubah menjadi sawah dan menghasilkan tanaman padi.

"Negara kita masih punya lahan sangat luas untuk membuka pertanian baru. Saya kasih contoh di Kalimantan Tengah, ada Kabupaten Pulang Pisau," ujar Jokowi saat membuka The 2nd Asian Agriculture Food and Forum (Asaff) 2020 yang diinisiasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Terdapat 1 juta hektare lahan gambut di Kabupaten Pulang Pisau yang telah disiapkan pemerintah. Dari total seluas itu, 300.000 ha dapat dikembangkan. Namun, karena berupa lahan gambut, perlu penanganan khusus yang berbeda dengan penggarapan lahan sawah konvensional.

"Bibit apa yang pas dengan lahan gambut. Disiapkan juga infrastruktur irigasinya. Saya kira ini fungsi HKTI untuk menyelesaikan persoalan seperti itu," tuturnya.

Saat percobaan tanam pertama, Presiden mengatakan hasil panen setiap hektare hanya 500 kilogram. Namun, pada percobaan tanam kedua dan ketiga, hasil panen mampu tumbuh hingga 4,5 ton per hektare.

Dengan keberhasilan itu, Jokowi menginginkan adanya penerapan dalam skala lebih besar dan serius dengan melibatkan korporasi-korporasi petani.

"Kalau 4,5 ton dikali 300.000 hektare, hitung saja berapa tambahan baru setiap panen. Itu baru di Pulang Pisau saja. Mestinya ini yang jadi perhatian HKTI. Tahun depan bisa surplus beras sekian ton. Itu yang saya tunggu," tegas Jokowi.

Di sisi lain, Ketua HKTI Moeldoko mengatakan upaya ekstensifikasi memang bisa dilakukan, tetapi rasio keberhasilannya masih kecil. Solusi lain dalam upaya mengangkat produksi padi di dalam negeri ialah memaksimalkan peran teknologi atau melalui program insentifikasi.

"Teknologi harus kita dorong habis-habisan. Intensifikasi adalah sebuah keharusan," ujar Moeldoko di Istana Negara, Jakarta.

Asaff 2020 merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan HKTI setelah yang pertama pada 2018. Tema tahun ini ialah Asian agriculture collaboration in global economic competition, yang juga membahas pengalaman negara-negara di Asia dalam mengembangkan pertanian dan merancang sinergi serta kolaborasi demi memperkuat pertanian Asia untuk menjadi pemain utama di sektor pertanian global.

Kembangkan buah tropis

Presiden Jokowi juga meminta HKTI membantu pemerintah dalam melakukan klasterisasi pertanian demi memperkaya hasil produksi, terutama produk tanaman tropis yang diminati pasar global.

Selama ini, Jokowi melihat Indonesia hanya serius mengembangkan sawit. Padahal, banyak buah tropis yang berpotensi besar untuk laku di pasar internasional.

"Manggis, misalnya, permintaan yang datang ke saya dari Timur Tengah, Eropa, dan Tiongkok, tapi barangnya tidak ada," ujar Jokowi.

Selain manggis, durian juga bisa diproduksi di Indonesia dan menjadi primadona dunia. Jokowi menyebut permintaan Tiongkok untuk durian sangat besar, tetapi petani lokal masih belum mampu menyediakan buah tersebut dalam jumlah besar dan kualitas yang bagus.

Ia pun meminta HKTI mengerahkan anggotanya untuk mulai menanam buah-buah tropis berpotensi ekspor.

"Tidak perlu banyak-banyak, 5 hektare saja cukup buat manggis," ujar Presiden Jokowi. (X-11)

Baca Juga

ANTARA/Prasetia Fauzani

Polri Tangani 18 Kasus terkait APD

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 09 April 2020, 12:48 WIB
Setidaknya ada 33 tersangka dari 18 kasus yang diungkap Polri. Sementara itu, dua orang sudah...
MI/DEPI GUNAWAN

​​​​​​​Jelang Pensiun, Ini Pesan KSAU ke Personel TNI AU

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 April 2020, 11:21 WIB
Pemimpin besar adalah mereka yang sejak dini menempa diri dan merintis jalan untuk...
Antara/Fikri Yusuf

Raih WTP, TNI AU: Bukti Akuntabel dan Antikorupsi

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 April 2020, 11:09 WIB
Dalam peringatan HUT ke-74, TNI AU menyoroti laporan keuangan yang mendapat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya