Jumat 13 Maret 2020, 04:00 WIB

Tentara Inggris dan AS Tewas Diserang di Irak

(BBC/Nur/I-1) | Internasional
Tentara Inggris dan AS Tewas Diserang di Irak

AFP
Peta lokasi pangkalan udara Taji di utara Bagdhad tempat dua tentara Amerika dan seorang tentara Inggris tewas dalam serangan roket

 

TIGA orang tewas setelah pangkalan yang menampung pasukan AS dan Inggris di Irak terkena serangan roket.

Dikutip dari BBC, kemarin, setidaknya 12 orang terluka dalam serangan di kamp militer Taji, utara Baghdad.

Sumber-sumber militer AS mengatakan seorang tentara Amerika, seorang kontraktor Amerika, dan seorang tentara Inggris tewas dalam serangan tersebut. Namun, belum ada nama yang dirilis.

Ketegangan meningkat sejak AS membunuh komandan senior Iran Qasem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak pada Januari.

Meski begitu, AS sempat berujar, serangan ialah balasan karena milisi pro-Iran menyerang AS terlebih dahulu di negeri eks Saddam Hussein. Serangan menewaskan warga sipil AS, seorang kontraktor di sana.

Serangan balasan Iran pada al-Asad, pangkalan lain yang menampung pasukan AS pada 8 Januari, menyebabkan lebih dari 100 tentara menderita cedera otak traumatis (TBI).

Sebuah pernyataan dari koalisi pimpinan-AS di Irak dan Suriah membenarkan bahwa 18 roket telah menghantam pangkalan dan tiga personel koalisi telah tewas.

Dalam cicitan sebelumnya, juru bicara koalisi mengatakan serangan itu terjadi pada Rabu (11/3), pukul 19.35 waktu setempat. Dia menambahkan bahwa penyelidikan telah dilakukan.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan tentang insiden terbaru. "Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami mengetahui insiden yang melibatkan personel layanan Inggris di kamp Taji, Irak," ujarnya.

Inggris menyatakan, penyelidikan sedang dilakukan dan tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut pada saat ini.

"Menteri luar negeri telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasional kami untuk sepenuhnya memahami rincian serangan yang mengerikan ini," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, AS kerap menuduh milisi pro-Iran, Hashed al-Shaani, berada di balik serangan ini. Kelompok ini juga dituding bertanggung jawab pada puluhan serangan lain. (BBC/Nur/I-1)

Baca Juga

AFP/OSCAR DEL POZO

Angka Kematian Akibat Korona di Spanyol Terus Menurun

👤Widhoroso 🕔Senin 06 April 2020, 18:35 WIB
Spanyol menjadi negara kedua setelah Italia dengan jumlah kematian terbesar akibat pendemi...
AFP

Serangan Covid-19 di AS Menyerupai Tragedi Pearl Harbor

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 April 2020, 15:17 WIB
Pasalnya, peningkatan kasus covid-19 di Negeri Paman Sam begitu cepat. Korban meninggal bahkan mendekati 10.000...
thinkstock

Badai Harold Terjang Vanuatu, 27 Orang Dilaporkan Tewas

👤Deri Dahuri 🕔Senin 06 April 2020, 15:01 WIB
Bencana yang menghantam negara miskin yang berada di Pasifik dikhawatirkan para ahli akan mengganggu upaya Vanuatu dalam upaya mengatasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya