Kamis 12 Maret 2020, 21:27 WIB

Dinkes Babel Minta Masyarakat Jangan Abaikan DBD

Rendy Ferdiansyah | Humaniora
Dinkes Babel Minta Masyarakat Jangan Abaikan DBD

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Ilustrasi: Petugas melakukan "fogging" atau pengasapan di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

 

Dinas Kesehatan (dinkes) Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta masyarakat tidak mengabaikan DBD, hanya karena ketakutan dengan virus Korona (Covid-19). Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas kesehatan (dinkes) Provinsi Bangka Belitung, Mulyono Susanto, Kamis (12/3).

Ia mengatakan saat ini, seluruh dunia disibukan dengan kewaspadaan terhadap virus korona (covid-19), karena sudah banyak korban tewas
akibat virus tersebut. 

Namun di tengah kewaspadaan itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak lengah terhadap penyakit DBD, sebab di musim hujan seperti sekarang ini, DBD mulai merebak. "Waspada covid-19 ini harus dilakukan, tetapi kita tidak boleh mengabaikan DBD, sebab penyakit akibat gigitan nyamuk ini harus diwaspadai," ujarnya.

Ia menjelaskan masyarakat sering menganggap sepele hal ini dengan seringkali ketika sudah terdapat kasus baru melakukan gotong royong.
"Kalau masyarakat melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk- red) salah satunya gerakan 4 M plus (Menutup, Menguras, Mengubur, memantau) jauh sebelum terjadi musim hujan jentik itu tidak akan ada lagi," ungkap dia. 

Lebih dari itu, dijelaskannya, jika jentik nyamuk Aedes aegypti berada di dalam genangan air jernih dan selama 12 hari baru akan menjadi nyamuk yang positif memiliki virus tersebut. "Nyamuk dewasa ini mulai menggigit kita dari jam 7.30 WIB sampai jam 16.00 WIB dengan jangkauan 100 meter, air jernih yang dibiarkan selama sekitar seminggu akan menjadi tempat bertelur nyamuk ini," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya memiliki program Jumat memberantas jentik nyamuk bersama masyarakat. "Kepada masyarakat saya sampaikan mereka harus membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS-red)" saranya.

Ia menyebutkan satu-satunya cara terbaik mencegah DBD adalah PHBS, karena memberikan obat abate/abatisasi dan fogging bukan cara terbaik. "Bahaya sekali DBD kalau lambat kita periksakan ke laboratorium lambat membawa ke medis maka sangat fatal sekali," tandasnya. (OL-12)

Baca Juga

Dok Kedubes Korsel untuk Indonesia

Korsel Salurkan Bantuan Covid-19 untuk Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 April 2020, 06:30 WIB
Bantuan itu meliputi alat tes (PCR test kit) dan 300 unit alat penyemprot (rechargeable battery power...
Dok.Metro TV/Medcom.id

Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 April 2020, 06:15 WIB
Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Pemprov DKI dan Kodam Jaya perihal pembagian bantuan secara langsung ke rumah warga yang...
Duta

Hewan Bantu Anak Bersosialisasi

👤Daily Mail/Nur/X-7 🕔Kamis 09 April 2020, 06:05 WIB
Menurut studi, berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu anak-anak belajar tentang konsep...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya