Kamis 12 Maret 2020, 21:17 WIB

Bandar Gede Narkoba Sidoarjo Ditembak Mati Polisi

Antara | Nusantara
Bandar Gede Narkoba Sidoarjo Ditembak Mati Polisi

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi : Anggota Badan Narkotika Nasional menunjukkan barang bukti nakotika usai ungkap kasus pemusnahan hasil tindak pidana narkoba.

 

KEPOLISIAN Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menembak mati seorang yang diyakini sebagai "bandar gede" narkoba di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, karena yang bersangkutan berupaya melawan petugas menggunakan senjata tajam saat akan ditangkap.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Memo Ardian di Surabaya, Kamis, mengatakan bandar gede yang ditembak mati tersebut dikenal dengan sapaan "R", dan tercatat sebagai warga Madura, Jawa Timur.

"Penangkapan kami lakukan di wilayah Sidoarjo. Tetapi karena yang bersangkutan berupaya melawan petugas menggunakan senjata tajam, terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur," kata, Memo kepada wartawan di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Kamis (12/3).

Tiga tembakan yang dilepaskan polisi mengakibatkan dada pelaku R tertembus peluru di bagian dada kanan, kiri serta ulu hati hingga meninggal dunia.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sedikitnya 1,5 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.

Sebelumnya, tercatat sejak pada Januari 2020 hingga pertengahan Maret 2020, Polrestabes Surabaya telah menembak mati tiga pelaku peredaran narkoba.

Pertama, Rizal Wahyu Putra, warga Jalan Petemon Kuburan Surabaya pada tanggal 2 Januari 2020, dan dari pemuda berusia 29 tahun itu polisi mengamankan barang bukti 1,5 kilogram sabu-sabu dan 950 butir pil ineks.

Kemudian, menembak mati bandar narkoba bernama Mustofa Ali Al Faris pada 14 Februari 2020, dan dari pemuda berusia 24 tahun asal Pasuruan itu polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram dan 1.000 butir pil ekstasi. (OL-12)

Baca Juga

Antara

Cirebon Mulai Panen Padi harga Cenderung Rendah

👤Nurul Hidayah 🕔Minggu 05 April 2020, 15:00 WIB
KUALITAS gabah bagus namun harganya saat ini justru kurang bagus. Rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani hanya sekitar...
Antara

Imbas Covid-19 Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

👤Yusuf Riaman 🕔Minggu 05 April 2020, 14:40 WIB
SEDIKITNYA 1.316 karyawan hotel di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa dirumahkan akibat merebaknya...
Ilustrasi/Media Indonesia

Dana Reses DPRD Bengkulu Rp6 Milar untuk Penanganan Covid-19

👤Marliansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
DPRD Provinsi Bengkulu sepakat mengalihkan dana reses atau kegiatan penjaringan aspirasi dari masyarakat untuk penanganan penyebaran wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya