Kamis 12 Maret 2020, 20:03 WIB

Aset Tersangka Jiwasraya Sulit jadi Alat Bayar Klaim Nasabah

Hilda Julaika | Ekonomi
Aset Tersangka Jiwasraya Sulit jadi Alat Bayar Klaim Nasabah

MI/Pius Erlangga
Staf Khiusus Menteri BUMN Arya Sinulingga

 

ASET yang dimiliki tersangka kasus PT. Asuransi Jiwasraya dinilai sulit dijadikan medium untuk pembayaran polis nasabah Jiwasraya. Menurut Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga, hal itu karena pencairan aset memerlukan proses hukum yang panjang.

Arya memperkirakan, dibutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun untuk pencairan aset tersangka kasus Jiwasraya lewat proses hukum.

"Problemnya adalah di masalah waktu. Kita nggak mungkin untuk ambil aset langsung yang ada dari tersangka," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan, proses yang berlarut itu karena setelah putusan di pengadilan, tersangka berhak melakukan banding yang prosesnya bisa sampai ke Mahkamah Agung. Belum lagi soal penjualan aset yang juga memerlukan waktu tak sebentar.

Baca juga : Pansus Jiwasraya belum Mendesak

"Misalkan nanti, kita menang di pengadilan negeri, mungkin dia banding, abis itu pengadilan tinggi dia banding, lalu MA mungkin banding lagi sampai kasasi. Nah, ini butuh 2-3 tahun ini sampai inkrah. Setelah nanti ikrah, butuh waktu abis itu nanti aset tersebut dijual lagi, berapa lama jual aset mereka lagi bisa 3-4 tahun," urainya kepada awak media.

Berlarutnya proses ini menurut Arya, membuat nasabah semakin tak terjamin. Karenanya pembayaran hak nasabah diusulkan melalui aset perusahaan yang dimiliki oleh Jiwasraya.

"Apakah kita akan membiarkan para nasabah Jiwasraya yang isinya banyak pensiunan dan sebagainya. Nah untuk sementara, kita pakai aset yang ada punya Jiwasraya. Itu yang kita jual, nanti hasil aset tersebut untuk bayar," jelasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. BTN

Pacu Gairah Pasar, BTN-Winland Development Tawarkan KPR Holiday

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:31 WIB
Pogram KPR Holiday difokuskan bagi pemasaran tiga proyek perumahan yang dikembangkan Winland Development di wilayah Cileungsi,...
Antara/Raisan Al-Farisi

UU Cipta Kerja Buka Ruang Konsolidasi Data Tunggal KUMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:17 WIB
UU Cipta Kerja dibuat dengan tujuan untuk menjawab masalah-masalah utama yang dihadapi oleh UMKM dan koperasi yang sebelumnya menyebabkan...
Dok UResort

Bidik Mahasiswa, Apartemen Ini Sesuaikan Kebutuhan Kampus

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:15 WIB
Hunian yang membidik pasar mahasiswa sekarang ini tidak cukup sekadar dekat dengan kampus, tapi juga harus menunjang kegiatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya