Kamis 12 Maret 2020, 19:15 WIB

Korporasi Petani Dorong Petani Bandung Ekspor Teh ke Korea

mediaindonesia.com | Ekonomi
Korporasi Petani Dorong Petani Bandung Ekspor Teh ke Korea

Istimewa
Pendiri Arafa Tea, Ipah, dengan produk pertanian andalanya yang diekspor ke mancanegara.

 

SEJAK dulu, minuman teh memiliki penggemar yang sangat banyak di seluruh penjuru dunia. Minuman yang biasanya disajikan dengan kondisi panas ini selalu menyimpan banyak cerita dari masa ke masa. Tak mengherankan, minuman teh terus berkembang hingga menjamah jadi industri yang sangat besar-besar.

Di Indonesia, sekelompok petani berhasil mengembangkan traceability product dan teknologi informasi (IT) sistem untuk produk makanan ricekreker dan macca. Kedua produk olahan itu dibuat dari tepung yang berbahan baku tea. Selain itu, mereka juga mampu menciptakan inovasi wae tea yang tidak menggunakan mesin.

"Saya tertarik dengan bisnis teh itu karena punya keinginan besar agar para petani menjadi entrepreneur. Jadi mereka bukan saja jadi petani, melainkan harus memiliki usaha tani," ujar pendiri Arafa Tea, Ipah, di Kota Bandung, Kamis (12/3).

Ipah mengatakan, bisnisnya semakin berkembang pesat setelah banyak permintaan ekspor untuk produk teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. Belakangan, kata Ipah, bisnisnya tengah mengembangkan teh Krosok khas Yogyakarta untuk pasar lokal.

"Alhamdulillah dari tahun 2014 kita sudah ekspor ke Korea Selatan kurang lebih 1 kontainer untuk pengiriman 2 kali dalam setahun," katanya.

Selanjutnya, Ipah mengaku saat ini sedang mengembangkan minuman teh yang dipadukan dengan rempah dari wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, produk teh rempah memiliki minat di kalangan masyarakat Asia timur, terutama dari negara Qatar.

"Produk teh rempah sangat laku di negara Qatar. Kami selalu siap jika mereka membutuhkan dengan jumlah yang banyak," katanya.

Untuk diketahui, Ipah dan kelompoknya berhasil membina para petani dari berbagai Gapoktan di wilayah Sukabumi, Cianjur, Cianjur Selatan, Cidaun, Bandung Barat, Pangheotan, Pasir Jambu, Garut dan Pangalengan.

"Terus terang saya harus berterima kasih kepada Kementerian Pertanian karena mereka banyak bantu. Termasuk dalam membesarkan bisnis petani dengan eksibisi dan pembukaan market bagi nilai jual teh. Kemudian kita bisa melibatkan banyak anak-anak mudanya berkat program petani milenial," ungkapnya.

Dirinya merasa kini anak milenial di kampungnya bisa berkembang tidak hanya soal produksi, tapi juga belajar pemasaran produk. Selain itu buruh tani juga kini dapat menikmati hasil upah kerjanya yang lumayan.

" Alhamdulilah buruh tani juga lebih sejahtera karena mereka mendapat upah yang lumayan. Petaninya punya lahan dan tanaman, buruhnya dapat manfaat yang besar juga dari korporasi petani yang kami bangun, tutupnya. (OL-09)

Baca Juga

DOK LPS

LPS Menjaga Kepercayaan Deposan dan Stabilitas Sistem Perbankan RI

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 08:00 WIB
Rata-rata maksimum nilai simpanan yang dijamin institusi penjamin simpanan di berbagai negara di dunia sekitar 2 kali PDB per...
MI/M Iqbal Al Machmudi

Tol Laut Dorong Perekonomian Masyarakat di Morotai

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:05 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) sebagai operator dan pengangkut logistik konsisten mengirim hasil bumi dari Morotai...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pelebaran Defisit Bermanfaat

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:30 WIB
Pendapatan pajak turun 13,7%, tapi masih dalam rentang perkiraan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya