Kamis 12 Maret 2020, 19:05 WIB

Lahan untuk Depo LRT Bekasi Dieksekusi PN Cikarang

Irvan Liberty | Megapolitan
Lahan untuk Depo LRT Bekasi Dieksekusi PN Cikarang

Istimewa
Proses eksekusi lahan untuk Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Bekasi Timur.

 

PENGADILAN Negeri Cikarang resmi melakukan eksekusi lahan untuk Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Bekasi Timur pada Kamis (12/3. Proses eksekusi lahan dimulai dengan pembacaan putusan oleh PN Cikarang.  

Seusai membacakan penetapan putusan, proses eksekusi dilanjutkan dengan perataan rumah dengan menggunakan alat berat. Proses tersebut terpantau berjalan lancar dengan disaksikan oleh masyarakat setempat. Sebanyak 19 bidang berupa tanah dan bangunan di Kampung Jati Terbit, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi dirobohkan.

Baca juga: Lanjutkan LRT Hingga Stadion BMW, Jakpro Butuh Rp4,1 Triliun

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan LRT Jabodebek Fadliansyah mengatakan, setelah eksekusi dilakukan, warga tinggal melakukan pengambilan uang ganti untung ke PN Cikarang, yang prosesnya memakan waktu paling lama dua hari terhitung Kamis (12/3).

"Alhamdulillah secara keseluruhan proses yang dijalani hari ini berjalan dengan lancar. Tinggal ada dua bidang yang memerlukan proses tambahan," jelas Fadliansyah kepada wartawan.

Lurah Jatimulya Bekasi Charles Mardianus menyebutkan, sebagian besar warga kelurahan Jatimulya yang terkena pengerjaan Depo LRT Jabodebek saat ini sudah menerima harga ganti untung dari pemerintah.

“Ganti untung depo LRT ini semua tahapan sudah dilalui dan melibatkan komunikasi ke warga,” kata Charles.

Sebelumnya, dengan harga yang ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), terdapat ratusan masyarakat yang sudah menyetujui pembebasan lahan dan menerima ganti untung dari pemerintah. Adapun pembacaan putusan ditujukan kepada belasan rumah yang sebelumnya sampai ke proses konsinyasi.

Konsinyasi sendiri merupakan penitipan uang atau barang pada pengadilan guna pembayaran utang/ganti rugi. Konsinyasi pembebasan lahan ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Lahan yang telah dikosongkan nantinya akan mulai dibangun Depo LRT Jabodebek seluas 12,2 hektare oleh PT Adhi Karya selaku pelaksana kerja. Untuk diketahui, luas keseluruhan depo LRT ini nantinya adalah 12,22 hektar, yang terdiri dari akses depo seluas 1.7 hektar dan area depo  seluas 10,52 hektar.

LRT Jabodebek sebelumnya ditargetkan selesai pada April 2020. Namun akibat terkendala pembebasan lahan molor menjadi Juli 2021. (RO/A-1)

Baca Juga

MI/Kisar Rajagukguk

Memasang Tanda Kuburan Massal Covid-19

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 03:00 WIB
ISAK tangis mewarnai pemakaman massal korban penyakit menular di blok khusus Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok...
ANTARA

Anies Jangan lagi One Man Show

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 02:20 WIB
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan tidak lagi sibuk bekerja sendiri setelah terpilihnya Wakil Gubernur DKI...
MI/Ramdani

Ini Aktivitas yang Harus Dihindari Selama PSBB di DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 April 2020, 02:15 WIB
Akan ada tindakan penertiban bagi warga yang masih berkerumunan lebih dari lima orang. Penindakan ini akan melibatkan kepolisian dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya