Kamis 12 Maret 2020, 18:00 WIB

Tok! Muchtar Effendi Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Faustinus Nua | Politik dan Hukum
Tok! Muchtar Effendi Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Antara
Terpidana Muchtar Effendi

 

TERDAKWA kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Muchtar Effendi divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Muchtar Effendi terbukti bersalah dalam kasus suap permohonan keberatan hasil pilkada Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi RI.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp200 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka dapat diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ujar ketua majelis hakim Ni Made Sudani membacakan putusan majelis di PN Jakarta Pusat (12/3).

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam surat tuntutan, jaksa menuntut Muchtar untuk hukiman kurungan selama 8 tahun serta denda Rp450 juta subsider 6 bulan penjara.

Dalam pertimbangannya berat hukuman, perbuatan Muchtar disebut tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat memberantas korupsi. Sementara pertimbangan meringankan hukuman lantaran Muchtar berprilaku sopan dan punya tanggungan keluarga.

Putusan majelis hakim sore ini, menyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana gabungan korupsi dan tindak pidana pencucian uang secara bersama-sama. Hal ini melanggar Pasal 12c UU Tindak Pidana Korupsi pasal juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dalam dakwaan kesatu pertama dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana dalam dakwaan kedua.

Adapun, masa hukuman terdakwa akan dikurangi dengan masa penahanan yang sudah dijalani Muchtar.

Sementara terkait barang bukti sejumlah 570, majelis pun memutuskan barang bukti nomor 543 sampai 570 sudah diputuskan dalam perkara Akil Mochtar. Sehingga tidak ada barang bukti lain yang diputuskan dalam kasus Muchtar sendiri.

Menanggapi putusan tersebut, Muchtar mengungkapkan akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan penasihat hukumnya terkait upaya banding.

"Alhamdulilah, puji syukur pada hari ini saya mendapat hadiah ujian dari Allah dan insyah Allah atas apa yang telah diputuskan membuat menjadi lebih baik. Nanti pikir-pikir dulu untuk melakukan banding. Setelah ini baru kami berkomunikasi dengan ketua tim penaset hukum," ungkapnya.

Muchtar sendiri merupakan orang dekat terpidana kasus suap sekaligus mantan Ketua MK RI M Akil Mochtar. Ia ditetapkan sebagai terdakwa kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Empat Lawang, Palembang, di Mahkamah Konstitusi tahun 2013.

Dia dan Akil dinilai terbukti menerima Rp16,42 miliar dan USD316.700 dari mantan Wali Kota Palembang Romi Herton. Suap diberikan terkait permohonan keberatan atas hasil Pilkada Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Selain itu, Muchtar juga menerima Rp10 miliar dan USD500 ribu dari mantan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri. Uang itu terkait permohonan keberatan atas hasil Pilkada Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan.

Muchtar disebut menjadi perantara pemberian uang dari Romi Herton dan Budi Antoni kepada Akil. Uang tersebut diduga untuk memengaruhi putusan perkara permohonan keberatan atas hasil pilkada yang diadili Akil sebagai hakim konstitusi.(OL-2)

Baca Juga

MI/AGUS MULYAWAN

Hasil Rapid Test, 3 Pegawai dan 1 OB di DPR Positif Covid-19

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:22 WIB
Indra menuturkan, keempat orang yang terindikasi positif korona melalui rapid test tersebut belum bisa 100% dikatakan sebagai pasien...
Dok MI

Niat Menkumham Bebaskan Koruptor Bakal Menjauhkan Efek Jera

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:07 WIB
Berdasarkan data ICW, rata-rata vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bagi pelaku korupsi hanya menyentuh angka 2 tahun 5 bulan...
Ilustrasi

Begini Kronologi Kecelakaan Tragis Wakil Jaksa Agung Arminsyah

👤Astri Novaria 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:06 WIB
Wakil Jaksa Agung Arminsyah meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di tol Jagorawi KM 13 pada pukul 14.25, Sabtu (4/4)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya