Kamis 12 Maret 2020, 17:57 WIB

Gempa di Samudera Hindia Selatan Jawa tidak Berpotensi Tsunami

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Gempa di Samudera Hindia Selatan Jawa tidak Berpotensi Tsunami

MI/Depi Gunawan
Seismograf, alat pencatat gempa (ilustrasi)

 

GEMPA tektonik 5,0 SR menguncang wilayah Samudera Hindia, di Selatan Pulau Jawa, sekira pukul 15.03 WIB, Kamis (12/3). Gempa ini tidak berpotensi tsunami

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,0 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=5,1," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (12/3).

Episenter gempa terletak pada koordinat 9.06 LS dan 110.56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 km arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 53 km.

Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Rahmat, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme sesar turun (normal fault).

Kata Rahmat, guncangan gempa ini dirasakan di Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, Bantul, Klaten, Wonosari, dan Yogyakarta. Di kota-kota ini, getaran dalam tingkat II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Sedangkan di Cilacap, Trenggalek, dan Purworejo pada tingkat I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini juga tidak berpotensi tsunami.

"Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," terangnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (M-4)

Baca Juga

Dok The Media Hotel & Tower

PT Savoria Sumbang Minuman Isotonik dan Masker ke The Media Hotel

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 18:16 WIB
Bantuan untuk tenaga medis dan relawan yang ada di hotel bintang lima itu diterima oleh Director The Media Hotel & Tower Rachmadi...
DOK PARTAI GOLKAR

Golkar Kembali Sumbang Alat Pencegahan Covid-19 Untuk Tangsel

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 17:13 WIB
Selain disinfektan, Golkar juga menyumbang 15 galon hand sanitizer untuk...
ANTARA FOTO/Moch Asim

Kebutuhan Ventilator di Indonesia Baru Terpenuhi Separuh

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 07 April 2020, 16:57 WIB
Saat ini jumlah ventilator di ruang ICU rumah sakit pemerintah (BUMN) baru mencapai 50%. Padahal kebutuhan ventilator untuk penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya