Kamis 12 Maret 2020, 17:51 WIB

Pemerintah Sederhanakan Ketentuan Impor Bawang Putih

Andhika prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Sederhanakan Ketentuan Impor Bawang Putih

Antara
Warga membeli bawang putih saat Operasi Pasar di Pasar Induk Rau di Serang, Banten, Rabu (19/2/2020).

 

PEMERINTAH berencana merelaksasi ketentuan impor bawang putih.

Pasalnya, ketersediaan produk hortikultura itu di pasar semakin minim sehingga memicu lonjakan harga secara signifikan.

Upaya relaksasi dinilai bisa menjadi solusi dari persoalan itu. Diharapkan proses impor nantinya akan semakin mudah dan sederhana sehingga stok akan kembali besar dan mampu menekan harga.

"Akan ada kebijakan relaksasi impor untuk bawang putih apa bila sampai minggu ini harganya belum juga turun," ujar Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).

 

Baca juga: Purwakarta Siapkan Operasi Pasar Bawang Putih

 

Kebijakan relaksasi, ucap dia, bisa berupa penghapusan pengaturan wajib tanam 5% yang selama ini diterapkan kepada para importir.

"Nanti kita akan bahas dulu dengan kementerian lain. Itu kan teknis jadi nanti kita bahas dengan Kementerian Pertanian. Intinya ini akan ada peyderhanaan agar proses impor lebih simpel," terang dia.

Terkait negara sumber impor, Agus mengatakan Tiongkok masih tetap menjadi pilihan utama.

Pasalnya, untuk kegiatan perdagangan lintas negara, baik otoritas setempat maupun pemerintah Indonesia tidak melakukan pembatasan atau penghentian.

"Halangan tidak ada. Hanya saja memang terjadi perlambatan distribusi karena serangan korona. Kegiatan masyarakat di sana kan menjadi dibatasi," tuturnya.

Agus juga juga membidik India sebagai negara asal impor kedua untuk mengantisipasi keterlambatan dari Tiongkok.

Sejauh ini, Agus mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat persetujuan impor untuk sekitar 60 ribu ton bawang putih.

"Izin impornya sudah dikeluarkan. Memang perlu waktu pelaksanannya. Kita lihat nanti kalau dalam beberapa hari ke depan harga masih tinggi, kita akan ambil kebijakan relaksasi impor ini," tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA

Panen Jagung Tahun Ini Diperkirakan Melimpah

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 07:35 WIB
Menurut Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, ketersediaan jagung akan meningkat tajam seiring masa panen raya yang...
AFP

Investor Lirik Emas untuk Minimalisasi Dampak Krisis Ekonomi

👤Ant 🕔Selasa 07 April 2020, 05:15 WIB
Emas menjadi pilihan investor karena mereka khawatir bahwa dana talangan pemerintah dan suku bunga rendah akibat Covid-19 akan menyebabkan...
MI/Dwi Apriani

Dampak Covid-19, Semen Baturaja Diversifikasi Produk

👤Dwi Apriani 🕔Senin 06 April 2020, 21:29 WIB
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menunjang kinerja perseroan ditengah pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya