Kamis 12 Maret 2020, 17:13 WIB

Gula Langka, BUMD DKI Dorong Pemerintah Buka Keran Impor

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Gula Langka, BUMD DKI Dorong Pemerintah Buka Keran Impor

ANTARA/IRFAN ANSHORI
Karyawan bekerja di dalam gudang penyimpanan stok gula pasir milik PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Blitar, Jawa Timur, Senin (9/3/2020).

 

DIREKTUR Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi meminta agar pemerintah pusat segera membuka keran impor untuk gula pasir. Sebab, saat ini telah terjadi kelangkaan gula pasir di pasar.

Jika ada retail yang menjual, harganya bisa mencapai Rp17 ribu hingga Rp20 ribu perkilogram. Harga itu jauh lebih mahal dari normalnya senilai Rp12ribu hingga Rp14ribu perkilogram.

Baca juga: Gula Pasir Mulai Sulit Dicari di Makassar

Arief mengatakan impor perlu dilakukan karena kini produsen gula sudah tidak mampu memberikan stok gula pada BUMD pangan seperti Food Station serta pemda-pemda lain karena minimnya hasil panen.

"Saya bukannya desak impor karena apa, tapi karena memang kenyataannya kita nggak punya gula. Retailer saja sudah minta-minta ke kita tapi nggak kita kasih karena kita jaga stok untuk langsung ke tangan masyarakat," kata Arief saat dihubungi, Kamis (12/3).

Stok gula DKI saat ini hanya tinggal 50 ton. Itupun akan dilepas 1-2 ton perhari untuk menjaga harga dalam operasi pasar.

"Kalau saya irit-irit ini bisa tahan dua sampai tiga minggu," ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan gula Jakarta sebesar 700 ton perhari. Menurutnya harus ada penghitungan neraca yang baik agar kejadian ini tidak terulang.

Sebab, sebetulnya pemerintah sudah bisa membaca karakteristik produksi gula dalam negeri yang melemah di musim hujan tetapi meningkat permintaannya terutama ketika menjelang hari raya.

Ia pun menegaskan harga gula akan semakin tinggi jika pemerintah tidak membuka impor dari sekarang.

"Karena yang diimpor adalah raw sugar yang setelah impor itu masih harus ditarik dari pelabuhan, diolah, dan didistribusi yang mana waktunya tidak sebentar. Kalau mau ya langsung impor gula jadi," tukasnya.

Untuk menghindari penyalahgunaan impor, pemerintah pusat pun disebut juga bisa melakukan langkah seperti menetapkan ketentuan hanya membuka impor bagi gula konsumsi masyarakat.

"Karena gula ada dua rafinasi dan gula biasa. Gula rafinasi kan untuk industri ya kita batasi saja untuk hindari itu," tandasnya. (Put/A-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Festival Palang Pintu Ditunda

👤Antara 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:53 WIB
Festival Palang Pintu Kemang merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat Kemang, Kelurahan...
MI/TRI SUBARKAH

Bantu Warga Terdampak Covid-19 Lewat Warteg Peduli Tetangga

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:52 WIB
Supaya masyarakat tidak sulit mencari makan di Jakarta selama wabah korona (Covid-19) melanda, Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar)...
MI/Susanto

Erick Thohir Ungkap Duka bagi Arminsyah: Saya Kenal Baik Almarhum

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 April 2020, 17:48 WIB
"Semoga keluarga almarhum Pak Arminsyah diberikan kesabaran dan ketabahan," tambah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya